Logo Bloomberg Technoz

Dari sisi sumber pendapatan, pihak ketiga masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp12,39 triliun, naik dari Rp11,05 triliun tahun sebelumnya. Sementara pendapatan dari pihak berelasi juga meningkat menjadi Rp898,49 miliar, dari Rp610,22 miliar pada periode sama tahun lalu.

Meski pendapatan meningkat, GoTo mampu menekan total biaya dan beban 1,42% menjadi Rp13,51 triliun, dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh efisiensi pada beban umum dan administrasi yang tercatat Rp2,83 triliun. Selanjutnya beban operasional dan pendukung sebesar Rp721,6 miliar, serta beban penyusutan dan amortisasi yang turun jadi Rp552,09 miliar.

Adapun beberapa beban lainnya justru meningkat. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp5,63 triliun dari Rp5,51 triliun, beban penjualan dan pemasaran meningkat ke Rp2,20 triliun dari Rp2,18 triliun, dan beban pengembangan produk bertambah menjadi Rp1,57 triliun dari Rp1,31 triliun.

Dari sisi neraca, total aset GoTo tercatat Rp42,11 triliun pada kuartal ketiga  2025, turun 2,53% dari Rp43,20 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.  Liabilitas perusahaan sedikit meningkat menjadi Rp13 triliun, naik 1,59% dari Rp12,80 triliun, dipicu antara lain oleh utang escrow dan lainnya dari pihak ketiga yang naik ke Rp2,34 triliun, serta pinjaman nonbank Rp2,72 triliun.

Sementara itu, ekuitas GoTo tercatat sebesar Rp29,10 triliun, turun 4,27% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Berdasarkan data perdagangan, saham GOTO ditutup naik 1,82% ke posisi Rp56/saham pada penutupan perdagangan Rabu (29/10/2025). Kapitalisasi pasar tercatat Rp63,87 triliun, dengan volume transaksi 924,1 juta saham senilai Rp51,27 miliar.

(rtd/wep)

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone