Logo Bloomberg Technoz

"Untuk mewujudkan kontribusi besar ekonomi dari penerapan artificial intelligence di Indonesia, kita perlu memahami secara mendalam faktor-faktor yang menjadi kunci keberhasilan implementasi," ujar Agus. 

Agus mengutip hasil riset AI Radar Survey 2025 dari Boston Consulting Group (BCG), dengan menyatakan, keberhasilan penerapan kecerdasan buatan amat bergantung pada kesiapan faktor sumber daya manusianya (SDM) juga proses bisnis.

Hasil riset BCG sampaikan bahwa terdapat 70% peran manusia dan proses itu dari seluruh kebutuhan kapabilitas organisasi, faktor teknologi berkontribusi 20%, dan algoritma 10%.

"Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi berbasis AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau oleh kualitas algorithm (algoritma), tetapi lebih pada kesiapan SDM, budaya organisasi yang mendukung inovasi, serta tata kelola proses bisnis yang efektif dan adaptif," jelas Agus. 

Oleh karena itu, tedapat tigahal utama yang perlu menjadi fokus dalam menggali besarnya potensi AI dalam ekonomi Indonesia. Pertama, penguatan kompetensi dan kapasitas talenta digital di seluruh jenjang manufaktur atau industri.

Kedua, penerapan manajemen perubahan (change management) ini harus dilakukan secara konsisten dan berorientasi hasil. Ketiga, perumusan strategi proses bisnis. "Ini harus adaptif terhadap dinamika teknologi dan pasar," pungkas Agus.

(far/wep)

No more pages