Logo Bloomberg Technoz

Tak Bisa Jualan Bensin, SPBU Swasta Diperkirakan Rugi Rp1 T Lebih

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 October 2025 09:10

Petugas melayani pembeli kopi di SPBU Shell Arteri Pondok Indah, Jakarta, Kamis (18/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas melayani pembeli kopi di SPBU Shell Arteri Pondok Indah, Jakarta, Kamis (18/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta diprediksi harus menanggung kerugian lebih dari Rp1 triliun, akibat tidak bisa berjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin sejak akhir Agustus 2025. 

Manajer Riset Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Badiul Hadi berpendapat kerugian tersebut ditimbulkan dari hilangnya pendapatan penjualan harian BBM hingga biaya operasional, yang harus ditanggung ketika perusahaan tidak mendapatkan pemasukan harian.

Dia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian ESDM per 2024, terdapat 2.314 SPBU swasta dari total 15.917 SPBU yang ada di Indonesia.


Jika dikalkulasikan, kekosongan bensin yang terjadi sejak akhir Agustus hingga 20 Oktober saja berpotensi menghilangkan pendapatan badan usaha (BU) hilir migas swasta sekitar Rp690 miliar.

“Jika memasukkan biaya tetap, yang tetap berjalan tanpa pemasukan, total kerugian riilnya kemungkinan jauh lebih besar, bahkan bisa menembus lebih dari Rp1 triliun,” kata Badiul ketika dihubungi, Rabu (22/10/2025).

Pengendara motor masuk kedalam SPBU Vivo di Jalan Kapt. Tendean, Jakarta, Jumat(3/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)