“Meski transisi teknologi seperti ini membuatnya mungkin” bagi Sea untuk menjadi perusahaan bernilai triliun dolar, kata dia.
Forrest Li, yang gemar menulis memo untuk lebih dari 80.000 karyawan Sea, menggunakan nada yang berbeda dari setahun sebelumnya, ketika ia memperingatkan tentang transisi yang sulit ke teknologi kecerdasan buatan. Sejak itu, Sea telah memperkuat komitmennya terhadap teknologi ini, mengintegrasikan AI ke dalam operasional hariannya di bidang seperti layanan pelanggan dan gaming.
Forrest Li juga menyinggung kenaikan harga saham perusahaan, menyampaikan kekhawatiran bahwa harga saham tersebut mungkin akan turun dengan cepat jika lingkungan eksternal berubah — mengingatkan kembali pada kejatuhan harga sahamnya pada akhir 2021.
Forrest Li mengatakan bahwa perusahaan saat ini berada dalam kondisi keuangan yang lebih baik dibandingkan dekade sebelumnya, dan tidak perlu bergantung pada modal eksternal untuk membiayai pertumbuhan.
“Meskipun ekosistem eksternal selalu tidak dapat diprediksi, saya merasa jauh lebih tenang hari ini tentang masa depan kami,” tulisnya, menambahkan bahwa Sea kini menguntungkan di semua unit bisnisnya.
“Setelah delapan tahun menjadi perusahaan publik, kami lebih memahami bagaimana pasar modal berperilaku dan bagaimana menavigasinya. Jadi, bahkan jika kondisi pasar kembali bergejolak, kami memiliki kendali yang jauh lebih besar atas keputusan dan nasib kami sendiri.”
Namun, Forrest Li tak memberi gambaran detail terkait rencana Sea untuk pengembangan AI lebih lanjut atau menjelaskan bagaimana perusahaan akan menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Sea sedang berhadapan dengan pesaing global yang memiliki modal besar, termasuk TikTok Shop milik ByteDance Ltd. dan Lazada milik Alibaba Group Holding Ltd. Pemain baru seperti Shein dan Temu milik PDD Holdings Inc. juga berupaya masuk ke Asia Tenggara, kawasan berkembang dengan 675 juta penduduk di mana semakin banyak pembeli beralih ke platform online.
Arena pertempuran baru untuk tahap pertumbuhan berikutnya Sea juga terbentuk di Brasil, jauh dari basis utamanya, saat perusahaan Singapura ini berencana memperluas kerajaan online Shopee-nya.
Perusahaan juga mengandalkan inisiatif baru di bidang keuangan digital hingga logistik untuk memperkuat dominasi pasarnya dan meyakinkan investor akan potensi pertumbuhannya.
(bbn)































