Logo Bloomberg Technoz

Tak Cuma Himbara, Luhut Minta Menkeu Suntik Likuiditas ke INA

Sultan Ibnu Affan
16 October 2025 19:20

Luhut Binsar, Ketua DEN dalam Sarasehan Ekonomi. (Tangkapan layar/Youtube TVRI)
Luhut Binsar, Ketua DEN dalam Sarasehan Ekonomi. (Tangkapan layar/Youtube TVRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk tak hanya mengguyur likuiditas ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), tetapi juga ke Indonesia Investment Authority (INA).

INA merupakan lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund (SWF) milik Indonesia.

Permintaan itu dilakukan di tengah kebijakan Purbaya yang telah mengalihkan kas negara dari penyimpanan di Bank Indonesia (BI) ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai total Rp200 triliun pada September lalu.


"Saya juga baru mau bicara sama Menteri Keuangan, tapi saya kira beliau sudah tahu. Itu adalah INA. INA ini adalah Sovereign Wealth Fund kita," ujar Luhut dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Luhut lantas mengestimasi jika pemerintah dapat mengguyur likuditas kepada INA dengan nilai total mencapai Rp50 triliun setiap tahun, maka kemungkinan akan turut mengembangkan foreign direct investment (FDI) cukup besar.