Ironisnya, tingginya harga beras tersebut terjadi di tengah turunnya harga acuan beras Asia ke level terendah dalam satu dekade.
Harga grosir beras putih Thailand 5% broken turun 1,9% menjadi US$355 dolar (Rp 5,8 juta dengan asumis US$1 sama dengan Rp16.600) per ton pada Rabu (8/10/2025). Artinya, harga acuan beras dunia sesungguhnya hanya sebesar Rp5.800 per kilogramnya.
Menurut Thai Rice Exporters Association, angka ini merupakan level terendah sejak September 2015. Penurunan ini terjadi seiring rencana Filipina, pembeli beras terbesar dunia, untuk memperpanjang pembatasan impor guna mendukung petani lokal.
Sementara itu, menurut Amran Sulaiman, Menteri Pertanian pada Jumat (9/10/2025), saat ini stok beras nasional juga masih tercatat sebesar 4,2 juta ton. Ia bilang bahwa stok ini bisa menjaga persediaan pangan dalam beberapa pekan ke depan.
Harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau beras Bulog turun tipis sebesar 0,57% dari HET nasional Rp12.500 per kg menjadi Rp12.429 per kg di tingkat konsumen.
Harga rata-rata beras SPHP di semua wilayah kompak di bawah HET. Secara terperinci, beras SPHP di zona 1 adalah Rp12.152 per kg, zona 2 senilai Rp12.802 per kg, dan zona 3 senilai Rp13.375 per kg.
Harga Bahan Pangan Lainnya
Kemudian, harga bawang merah tercatat Rp37.790 per kg lebih rendah 8,94% dari HAP nasional yang ditetapkan Rp36.500 per kg.
Bawang putih bonggol juga tercatat mengalami penurunan 7,19% menjadi Rp37.126 per kg dari HAP nasional senilai Rp38.000 hingga Rp40.000 per kg.
Harga daging ayam ras tercatat juga turun 5,59% menjadi Rp37.763 per kg dari HAP nasional senilai Rp40.000 per kg.
Harga cabai rawit merah secara nasional berada di level Rp41.612 per kg. Angka ini turun 27% dibandingkan HAP nasional yang ditetapkan pada kisaran Rp40.000 hingga Rp57.000 per kg.
Kemudian, cabai merah keriting mencatatkan harga rata-rata nasional sebesar Rp51.967 per kg, turun 5,51% dari HAP nasional sebesar Rp37.000 hingga Rp55.000 per kg.
Sementara itu, harga gula konsumsi dijual dengan rata-rata nasional sebesar Rp17.979 per kg, lebih tinggi 2,74% dibandingkan HAP nasional senilai Rp17.500 per kg.
Harga telur ayam ras dijual dengan harga rata-rata nasional sebesar Rp30.253 per kg, 0,84% di atas HAP nasional sebesar Rp30.000 per kg.
Minyak goreng curah juga masih belum menunjukkan penurunan harga. Secara nasional, harga rata-rata berada pada angka Rp17.296 per liter, atau lebih tinggi 10,16% dibandingkan HET Minyakita yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
(ell)































