Logo Bloomberg Technoz

Prajogo Pangestu menguasai 71,36% saham BRPT secara langsung. Prajogo turut menggenggam 84,08% saham CUAN yang tercatat atas namanya langsung.

Prajogo juga menguasai 5,03% saham TPIA, yang sekaligus mengendalikan Chandra Daya Investasi (CDIA), saham CDIA yang gemilang usai melangsungkan aksi Initial Public Offering pada 9 Juli 2025 lalu. Yang harga sahamnya melesat 797% point–to–point usai listing perdana.

Lebih jauh, saham–saham lainnya yang digenggam langsung oleh Prajogo tersebut juga melejit nilainya, hingga mengatrol signifikan jumlah kekayaannya.

Mencermati harganya sepanjang tahun berjalan 2025 (year–to–date/ytd) sedang dalam tren bullish. Di mana kenaikan saham BRPT jadi yang tertinggi mencapai 307% ytd (harga saham per 30 September), menyusul saham PTRO yang berhasil melesat 146% ytd. Adapun saham CUAN juga melejit mencapai 45% ytd.

Saham PTRO Year to Date (Bloomberg)

Terlebih lagi, saham BREN dan juga saham TPIA juga dalam tren positif, keduanya juga menguat masing–masing 2,96%, dan 2,44% ytd.

Jadi, sepanjang tahun 2025 kekayaan Prajogo Pangestu melambung mencapai 47,9% atau bertambah sejumlah US$ 14,2 miliar (Rp 237,04 triliun) year-to-date.

Selain dari bertambahnya nilai perusahaan tersebut, sumber kekayaannya juga berasal dari pendapatan dividen, dan imbal hasil lainnya, dari yang berbentuk kas dan/atau aset lainnya.

Berdiri bersama Prajogo Pangestu, terdapat nama Low Tuck Kwong di deretan 100 orang terkaya dunia

Low Tuck Kwong sendiri berada di peringkat ke-95 orang terkaya di dunia, dan menjadi orang terkaya ke-2 di Indonesia. Dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 25,1 miliar (Rp 419 triliun).

Kekayaan Low Tuck Kwong berasal dari bisnis yang dikendalikan melalui perusahaan energi PT Bayan Resources Tbk (BYAN), yang merupakan emiten produsen dan pertambangan batu bara salah satu yang terbesar di Indonesia.

Perusahaan yang berbasis di Jakarta tersebut berhasil menjual batu bara mencapai 56,2 juta ton, US$ 3,44 miliar (Rp 57,42 triliun) pada tahun 2024, dan mencatat laba bersih US$ 922,6 juta.

Low Tuck Kwong juga memiliki sumber kekayaan dari PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dengan menguasai sejumlah saham sebanyak 312.776.250 (14,18%).

Saham BYAN Year to Date (Bloomberg)

Berdasarkan data Bloomberg, secara ytd kekayaan Low Tuck Kwong menguap mencapai 9,9% atau mengalami penyusutan US$ 2,8 miliar (Rp 46,74 triliun).

Salah satu sebab turunnya jumlah kekayaan Low Tuck Kwong berasal dari melemahnya harga saham BYAN secara ytd yang terdepresiasi 9,65%. Hal tersebut turut mendorong penurunan kekayaan yang dimilikinya.

(fad/aji)

No more pages