Logo Bloomberg Technoz

“Bank Indonesia menggunakan seluruh instrumen yang ada secara bold, baik di pasar domestik melalui instrumen spot, DNDF DNDF (Domestic NonDeliverable Forward), dan pembelian SBN (Surat Berharga Negara) di pasar sekunder,” jelas Perry dalam keterangan resminya, Jumat.

Selain ke pasar domestik, Perry juga memastikan BI juga melakukannya di pasar luar negeri di Asia, Eropa, dan Amerika secara terus menerus melalui intervensi NonDeliverable Forward (NDF)

Perry yakin seluruh upaya tersebut dapat menjaga dan kembali menstabilkan rupiah. Dia juga turut meminta seluruh pelaku pasar untuk menjaga iklim keuangan agar lebih kondusif.

“Bank Indonesia juga mengajak seluruh pelaku pasar untuk turut bersama-sama menjaga iklim pasar keuangan yang kondusif, sehingga stabilitas nilai tukar rupiah dapat tercapai dengan baik,” terang Gubernur Perry.

Seperti dilansir Bloomberg News, Bank Indonesia mengatakan pihaknya melakukan intervensi 'secara berani' di pasar keuangan untuk menstabilkan rupiah yang terus melemah mendekati rekor terendah.

Bank Sentral berkomitmen menjaga stabilitas rupiah dengan menggunakan 'seluruh instrumen yang tersedia secara berani,'

BI yakin seluruh upaya tersebut dapat menstabilkan rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.

Mata uang Asia sedang tertekanan seiring dolar AS kembali menguat setelah berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga AS. Di Indonesia, kegelisahan atas kebijakan fiskal Menteri Keuangan baru serta prospek pertumbuhan ekonomi juga turut membebani sentimen.

“USD/IDR terus bergerak naik dalam beberapa pekan terakhir akibat penguatan indeks DXY dan arus keluar dari Indonesia,” tulis Nathan Sribalasundaram, Analis Strategi di Nomura, dalam sebuah catatan, mengutip Bloomberg.

Mata Uang Asia vs Dolar AS (Sumber: Bloomberg)

Rupiah menguat terbanyak di Asia hari ini di mana mayoritas mata uang Asia didominasi pelemahan, rasanya intervensi BI berhasil. Rupiah menguat 0,05% bersama dolar Hong Kong yang juga terapresiasi 0,05%.

Sisanya, valuta Asia masih terjerembab di zona merah, imbas ganasnya dolar AS. Baht Thailand memimpin pelemahan mencapai 0,36%, lalu dolar Taiwan melemah 0,31%, ringgit Malaysia turun 0,24%, won Korsel 0,18%, yen Jepang 0,05%, peso Filipina 0,05%, rupee India juga melemah 0,05%, yuan China 0,02%, serta dolar Singapura terdepresiasi 0,01%.

Apa mau dikata, dolar memang sedang perkasa. Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) masih menguat 0,65% ke 98,508 pada Jumat.

DXY Terus Menguat (Bloomberg)

Para trader semakin mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed hingga tutup tahun, setelah ekonomi AS tumbuh pada Kuartal kedua dengan laju tercepat dalam hampir dua tahun dan Klaim pengangguran turun ke level terendah sejak pertengahan Juli.

“Data tersebut dinilai 'sangat negatif' dan menimbulkan ketidakpastian atas prospek pemangkasan suku bunga The Fed di masa depan,” kata Alvaro Vivanco, Kepala Strategi di TJM Forex, seperti yang diberitakan Bloomberg.

Biarpun para pembuat kebijakan di AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, pejabat The Fed memberikan sinyal yang beragam terkait prospek ekonomi maupun kecepatan pemangkasan suku bunga berikutnya.

(fad)

No more pages