Logo Bloomberg Technoz

Dalam sebuah keputusan pada 31 Januari 2024, Adrian Gunadi mengundurkan diri dari jabatan CEO. Lantas dalam surat resmi yang sama, Co-Founder/Director Investree Singapore Pte. Ltd., Kok Chuan Lim menyatakan Investree Indonesia tidak punya afiliasi dengan PT Putra Radhika Investama, PT Radhika Persada Utama, atau perusahaan atau perorangan lainnya.

PT Putra Radhika Investama dan PT Radhika Persada Utama diduga terafiliasi dengan Adrian Asharyano Gunadi (Adrian Gunadi), lewat penelusuran yang dilakukan Bloomberg Technoz, dilansir Jumat (26/9/2025).

Adrian Gunadi adalah pemilik saham Putra Radhika Investama berdiri dengan Surat Keputusan tanggal 2 Februari 2022, bersama dengan Perdana Putra lewat porsi 50:50. Selanjutnya, Radhika Persada Utama dimiliki oleh Radhika Investama, Equintra, Andalan Dana Investama, dan Genio Yudha Wibowo. Adrian Gunadi menjabat sebagai Direktur di Radhika Persada Utama, dengan Arifin Hudaya sebagai Komisaris Utama.

Adrian Jadi DPO

Kepala Eksekutif Pengawas Bidang PVML Agusman menyatakan Adrian telah menjadi DPO karena keberadaannya tidak diketahui setelah tidak lagi menjabat CEO Investree akhir Januari 2024.

Pada saat publik mencari keberadaannya, Adrian lantas muncul dalam sebuah unggahan Amir Ali Salemi, CEO JTA International Investment Holding di Instagram – tak lama berselang foto di Feed yang menampilkan Adrian hilang.

Unggahan Amir Ali Salemi di platform media sosial menampilkan enam deret dokumentasi kegiatannya yang tampak di sela-sela gelaran E1 Series Doha GP 2025, Qatar.

Dua foto di antaranya tampak dirinya berpose dengan sosok yang diduga Adrian Gunadi namun tampaknya telah dihapus, sementara foto lainnya yang hanya menampilkan pengusaha asal Qatar tersebut masih ada.

Pria diduga Adrian—yang diketahui masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kaitan dugaan gagal bayar perusahaannya— nampak mengenakan kasu polo berwarna biru dengan berwarna hitam dan kacamata olahraga gelap. Sosok mirip Adrian nampak terlihat tersenyum dalam foto yang kemudian hilang dari akun @amir_salemizadeh. 

Sosok diduga Adrian Gunadi, eks Bos Investree yang menjadi DPO tengah berada di Doha, Qatar. (dok: Instagram)

JTA International Investment Holding sendiri merupakan grup investasi finansial internasional yang berbasis di Qatar, sekaligus menjadi investor dalam seri D Pendanaan Investree, startup Fintech P2P Lending. Pendanaan tersebut melalui Investree Singapore Pte Ltd, yang diumumkan Adrian Gunadi pada bulan Oktober 2023 senilai lebih dari EUR220 juta.

Untuk diketahui, JTA bersama dengan Investree menjalin kerja sama dan membentuk perusahaan patungan yang menawarkan layanan konsultasi keuangan dalam kredit swasta, mencakup analisis tren dan peluang pasar, penilaian risiko, pengembangan strategi UKM digital, dan memberikan panduan mengenai manajemen portofolio.

Selama proses upaya pemulangan, Polri telah mengajukan permohonan red notice (dari Interpol RI) kepada Interpol Pusat di Lyon dan permohonan pencabutan paspor kepada Direktorat Jenderal Imigrasi.

Status usaha Investree sebagai LPBBTI telah OJK cabut pada 31 Desember 2024. dalam Rapat Umum Pemegang Saham Investree telah memutuskan penunjukkan Tim Likuidasi yang akan bekerja menyelesaikan hak dan kewajiban Perusahaan sesuai ketentuan.

(far/wep)

No more pages