Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Keok Dihantam Dolar AS, Dekati Rp17.000

Andrean Kristianto
19 January 2026 20:20

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Pertahanan rupiah siang ini tidak kuasa melawan dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah ditutup melemah (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Pertahanan rupiah siang ini tidak kuasa melawan dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah ditutup melemah (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Pada penutupan pasar spot hari ini, Senin (19/1/2026), rupiah menyentuh Rp16.942/US$. Ini menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah alias all time low

Pada penutupan pasar spot hari ini, Senin (19/1/2026), rupiah menyentuh Rp16.942/US$. Ini menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah alias all time low

Di pasar offshore, rupiah sudah menyetuh Rp17.006/US$ pada pukul 15:29 WIB.  (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Di pasar offshore, rupiah sudah menyetuh Rp17.006/US$ pada pukul 15:29 WIB. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Di sisi lain, kepercayaan pasar juga sepertinya terpengaruh akibat beredarnya Thomas Djiwandono sebagai salah satu kandidat Dewan Gubernur BI.

Di sisi lain, kepercayaan pasar juga sepertinya terpengaruh akibat beredarnya Thomas Djiwandono sebagai salah satu kandidat Dewan Gubernur BI.

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pertahanan rupiah siang ini tidak kuasa melawan dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah ditutup melemah (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pada penutupan pasar spot hari ini, Senin (19/1/2026), rupiah menyentuh Rp16.942/US$. Ini menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah alias all time low
Di pasar offshore, rupiah sudah menyetuh Rp17.006/US$ pada pukul 15:29 WIB.  (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Di sisi lain, kepercayaan pasar juga sepertinya terpengaruh akibat beredarnya Thomas Djiwandono sebagai salah satu kandidat Dewan Gubernur BI.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pertahanan rupiah siang ini tidak kuasa melawan dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah ditutup melemah. 

Pada penutupan pasar spot hari ini, Senin (19/1/2026), rupiah menyentuh Rp16.942/US$. Ini menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah alias all time low.

Di pasar offshore, rupiah sudah menyetuh Rp17.006/US$ pada pukul 15:29 WIB. 

Defisit fiskal yang melebar menjadi 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025 menurunkan daya tarik aset keuangan domestik dan meningkatkan premi risiko Indonesia di mata investor asing.

Tekanan tersebut tercermin di pasar obligasi, di mana imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tercatat meningkat, mengindikasikan aksi jual yang mulai terjadi seiring pasar merespons naiknya risiko fiskal domestik. 

Di sisi lain, kepercayaan pasar juga sepertinya terpengaruh akibat beredarnya informasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Thomas Djiwandono sebagai salah satu kandidat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Saat ini Thomas menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Kabar ini menahan laju rupiah di saat kekhawatiran investor terkait independensi kebijakan moneter belum pulih dengan terbitnya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Lewat UU P2SK, investor berkeyakinan bahwa bank sentral berpotensi semakin rentan dipengaruhi oleh pengaruh politik dalam membuat kebijakan moneter, bukan berdasarkan data dan kondisi pasar. Ini kemudian membuat investor kembali berhitung terkait risiko investasi di pasar Indonesia. 

Kondisi eksternal yang penuh ketidakpastian dan kondisi domestik yang mengkhawatirkan itu kompak menggerus pertahanan rupiah hingga hampir jebol menyentuh Rp17.000/US$. 

(dre)