Rupiah Keok Dihantam Dolar AS, Dekati Rp17.000
Andrean Kristianto
19 January 2026 20:20
Bloomberg Technoz, Jakarta - Pertahanan rupiah siang ini tidak kuasa melawan dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah ditutup melemah.
Pada penutupan pasar spot hari ini, Senin (19/1/2026), rupiah menyentuh Rp16.942/US$. Ini menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah alias all time low.
Baca Juga
Di pasar offshore, rupiah sudah menyetuh Rp17.006/US$ pada pukul 15:29 WIB.
Defisit fiskal yang melebar menjadi 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025 menurunkan daya tarik aset keuangan domestik dan meningkatkan premi risiko Indonesia di mata investor asing.
Tekanan tersebut tercermin di pasar obligasi, di mana imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tercatat meningkat, mengindikasikan aksi jual yang mulai terjadi seiring pasar merespons naiknya risiko fiskal domestik.
Di sisi lain, kepercayaan pasar juga sepertinya terpengaruh akibat beredarnya informasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Thomas Djiwandono sebagai salah satu kandidat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Saat ini Thomas menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Kabar ini menahan laju rupiah di saat kekhawatiran investor terkait independensi kebijakan moneter belum pulih dengan terbitnya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Lewat UU P2SK, investor berkeyakinan bahwa bank sentral berpotensi semakin rentan dipengaruhi oleh pengaruh politik dalam membuat kebijakan moneter, bukan berdasarkan data dan kondisi pasar. Ini kemudian membuat investor kembali berhitung terkait risiko investasi di pasar Indonesia.
Kondisi eksternal yang penuh ketidakpastian dan kondisi domestik yang mengkhawatirkan itu kompak menggerus pertahanan rupiah hingga hampir jebol menyentuh Rp17.000/US$.
(dre)






















