Risiko Geopolitik Bisa Pangkas Pertumbuhan Ekonomi RI hingga 0,6%
Pramesti Regita Cindy
20 January 2026 20:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Senior sekaligus Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Fithra Faisal Hastiadi mengungkapkan, resiko geopolitik yang terus meningkat di panggung dunia berpotensi memperlambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Menurutnya, ancaman konflik global yang belum mereda dan fragmentasi ekonomi internasional membawa risiko nyata terhadap kegiatan ekonomi nasional.
"Dari sisi hitung-hitungannya, ada kemungkinan kontraksi ekonomi untuk Indonesia antara 0,4 sampai 0,6%," kata Fithra dalam agenda IKPI yang turut disiarkan secara daring, Selasa (20/1/2026).
"Kalau kita taruhlah baseline Indonesia pertumbuhan ekonominya 5%, karena 10 tahun terakhir kita tumbuhnya cuma 5,07%. Excluding pandemic times. Taruh itu sebagai baseline, maka kita kemungkinan besar [pertumbuhan ekonomi] cuma tumbuh 4,5% saja di tahun 2026," sambungnya.
Menurut Fithra, salah satu titik awal meningkatnya risiko ini adalah konflik yang berkaitan dengan Venezuela, yang ia sebut telah membuka “Pandora’s Box” dalam dinamika geopolitik saat ini.

































