Logo Bloomberg Technoz

Kabar Insentif Otomotif Pengaruhi Nasib Industri Multifinance

Pramesti Regita Cindy
16 January 2026 16:40

Sejumlah mobil Toyota dipamerkan saat gelaran GJAW 2025 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (21/11/2925). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah mobil Toyota dipamerkan saat gelaran GJAW 2025 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (21/11/2925). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, JakartaOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan prospek pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance masih berpeluang tumbuh positif pada 2026, meskipun insentif kendaraan listrik akan berakhir pada akhir 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman menilai pembiayaan pada segmen tersebut tetap berpotensi tumbuh seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan

"Pembiayaan kendaraan listrik pada tahun 2026 diperkirakan dapat terus tumbuh positif seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan ramah lingkungan, bertambahnya pilihan merek, serta dukungan kebijakan," kata Agusman dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (16/1/2026). 


Sejalan dengan pandangannya tersebut, ia menegaskan hingga November 2025 kinerja pembiayaan kendaraan listrik masih menunjukkan tren pertumbuhan.

"Pada November 2025, pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance tumbuh 1,99% mtm menjadi sebesar Rp21,31 triliun," tekannya