Logo Bloomberg Technoz

Garuda Indonesia (GIAA) Pernah Tetap Bagikan Tantiem Meski Rugi

Artha Adventy
25 September 2025 14:06

Pesawat Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/12/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pesawat Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/12/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tercatat masih membagikan tantiem kepada jajaran Komisaris dan Direksi, meski kinerja keuangan perusahaan belum pulih sepenuhnya. Hal ini terungkap setelah adanya penurunan sejumlah pos keuangan, khususnya renumerasi di laporan keuangan semester I-2025.

Corporate Secretary Garuda Indonesia Cahyadi Indrananto menjelaskan, penurunan gaji Komisaris dan Direksi di tahun ini terjadi karena pada 2025 perseroan tidak lagi membayarkan tantiem.

“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, gaji Komisaris dan Direksi di induk perusahaan mencatatkan penurunan, karena pada 2024 perusahaan melakukan pembayaran tantiem untuk periode 2022 dan 2023 sesuai aturan Kementerian BUMN. Sementara pada tahun 2025, perusahaan tidak melakukan pembayaran tantiem,” ujarnya kepada Bloomberg Technoz.


Remunerasi Dewan Komisaris GIAA tercatat menyusut tajam pada semester I-2025. Total remunerasi turun 51,5% menjadi US$353,95 ribu dari sebelumnya US$729,36 ribu pada Juni 2024. Rinciannya, imbalan jangka pendek menyusut dari US$682,16 ribu menjadi US$306,57 ribu, sementara imbalan pascakerja naik tipis dari US$34,67 ribu menjadi US$47,38 ribu. Adapun pembayaran berbasis saham yang tahun lalu tercatat US$12,53 ribu, kini sudah tidak ada.

Direksi juga mengalami penurunan signifikan. Total remunerasi mereka turun 67,1% menjadi hanya US$954,88 ribu, dibandingkan US$2,90 juta pada Juni 2024. Imbalan jangka pendek merosot dari US$2,61 juta menjadi US$817,13 ribu, sementara imbalan pascakerja justru naik tipis dari US$128,69 ribu menjadi US$137,74 ribu. Pos pembayaran berbasis saham yang tahun lalu mencapai US$162,40 ribu juga sudah tidak lagi diberikan pada periode ini.