Logo Bloomberg Technoz

Makin Tertekan, Rupiah Siang Ini Sudah Tembus Rp16.800/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 February 2026 12:58

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sudah tembus Rp16.800/US$ pada perdagangan siang ini. Di pasar spot, rupiah tercatat melemah 0,11% ke posisi Rp16.804/US$, berbalik arah setelah sempat menguat 0,10% pada pembukaan perdagangan pagi.

Fluktuasi intraday yang cepat ini mencerminkan rapuhnya sentimen pasar terhadap aset berdenominasi rupiah, meski tekanan belum bersifat panik seperti yang terjadi pada akhir Januari lalu.

Secara year-to-date (ytd), rupiah sudah terdepresiasi 0,63% dan menempati posisi keempat sebagai mata uang Asia dengan kinerja terburuk. Tekanan lebih dalam dialami rupee India yang tergerus 1,99%, disusul won Korea Selatan 1,3% dan dolar Taiwan 0,70%.


Sebaliknya, hanya segelintir mata uang Asia yang masih mencatat penguatan. Dipimpin ringgit Malaysia yang terapresiasi 2,91%, yen Jepang 1,18%, dolar Singapura 1,05%, serta yuan China 0,51%. 

Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan rupiah bukan fenomena regional semata, melainkan memiliki karakter domestik yang lebih kental. Sebab di tengah kembali menguatnya greenback, beberapa mata uang Asia masih bisa mencatatkan penguatannya.