
Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I di zona merah. Bursa saham Asia juga merah, tetapi koreksinya tidak ada yang sedalam IHSG.
Pada Senin (2/2/2026), IHSG finis di posisi 7.884,16 kala penutupan perdagangan Sesi I. Terjadi koreksi 5,31% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Saham sektor industri dasar terpangkas paling besar, dengan penurunan 11,22%. Disusul oleh konsumer siklikal (-7,95%), energi (-7,88%), dan infrastruktur (-6,49%).
Tidak hanya IHSG, indeks saham utama Asia lainnya juga terkapar di zona merah. Nikkei 225 (Jepang) jatuh 1,01%, Shanghai Composite (China) minus 1,81%, Sensesx (India) terkoreksi 1,92%, Taiwan Stock Index terpangkas 2,12%, SETI (Thailand) terjungkal 0,62%, Hang Seng (Hong Kong) melemah 2,9%, Straits Times (Singapura) turun 0,57%, dan PESI (Filipina) melorot 0,08%.
Jadi bursa saham Asia menjadi ‘lautan merah’, tetapi IHSG menjadi yang paling parah.






























