Logo Bloomberg Technoz

Terkait Tantiem, Prabowo Minta Komisaris & Direksi BUMN Mundur

Merinda Faradianti
15 August 2025 17:40

Presiden Prabowo Subianto saat penyampaian RUU APBN 2026 pada sidang tahunan MPR di Gedung DPR/MPR, Jumat (15/8/2025). (Youtube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat penyampaian RUU APBN 2026 pada sidang tahunan MPR di Gedung DPR/MPR, Jumat (15/8/2025). (Youtube Setpres)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta para komisaris dan direksi BUMN yang tidak setuju dengan penghapusan tantiem untuk mundur.

Penegasan itu Prabowo ungkapkan dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR, Jumat (15/8/2025).

"Kita sudah lama jadi orang Indonesia. Kalau direksi dan komisaris keberatan [dengan penghapusan tantiem], segera berhenti," tegas Prabowo.


Kebijakan itu diambil karena pengelolaan BUMN selama ini kurang efisien. Padahal, kinerja BUMN seharusnya bisa berkontribusi bahkan membuat APBN menjadi surplus.

"Karena itu, saya memberi tugas pada Danantara Indonesia untuk membereskan BUMN. Pengelolaan biaya masuk akal, perushaan (BUMN) rugi komisaris banyak. Saya potong jumlah komisaris jadi setengah, cukup empat atau lima orang, dan saya hilangkan tantiem," tutur Prabowo, Jumat (15/8/2025).