Prabowo Soal Direksi BUMN Masih Minta Tantiem: Ndableg
Dovana Hasiana
12 January 2026 18:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyinggung kinerja direksi di Badan Usah Milik Negara (BUMN) yang tidak baik. Hal itu memberikan dampak negatif kepada perusahaan dan menyebabkan banyak BUMN justru mengalami kerugian. Di tengah kinerja yang buruk itu, kata Kepala Negara, banyak direksi yang masih menuntut tantiem.
Prabowo memberikan peringatan agar para direksi yang tak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia untuk segera berhenti. Lagipula, kata dia, banyak orang yang siap menggantikan posisi-posisi kosong di BUMN.
"BUMN sangat banyak, banyak yang rugi. Sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Ndableg [bebal] menurut saya," ujar Prabowo di sela-sela agenda Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP, Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Prabowo mengatakan telah memberikan tugas kepada CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan beberapa menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan kinerja BUMN. Hal ini perlu dilakukan agar seluruh kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dapat digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
Tahun lalu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan, tantiem untuk para komisaris BUMN bakal dihapus. Menurutnya, kebijakan itu dibuat agar para komisaris sepenuhnya membenahi BUMN yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian, bukan hanya sekadar mengejar tantiem atau bonus.































