Peternakan Ayam Rakyat Rp20 T dan Kilas Balik Bimas Era Orba
Mis Fransiska Dewi
02 February 2026 09:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah tengah menggagas pabrik peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi, dengan nilai investasi mencapai Rp20 triliun. Menurut rencana, pembangunan awal atau groundbreaking pabrik peternakan rakyat tersebut dilakukan pada awal Februari 2026.
Pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat pasokan pangan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Investasi sebesar Rp20 triliun itu bagian dari rencana hilirisasi pangan yang lebih besar dan akan disalurkan melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Dalam sejarah perkembangan ayam ras di Indonesia, pengembangan unggas ras pada awalnya diatur dan dibina oleh Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Hal itu ditandai dengan mulainya pilot proyek Bimas ayam ras di era orde baru atau periode 1971-1975, sementara program Bimas Ayam berlangsung pada 1976-1979. Program tersebut terselenggara di berbagai daerah di Tanah Air.
Kemudian pada 1981-1990 merupakan periode penataan unggas yakni ditandai dengan lahirnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 50 Tahun 1981 tentang Pembinaan Usaha Peternakan Ayam. Dalam periode tersebut, pembatasan kepemilikan diatur di sektor budidaya, populasi layer dibatasi maksimum 5.000 ekor per peternak, populasi broiler 750 ekor per panen atau siklus per peternak.






























