Direksi Minta Tantiem saat BUMN Rugi, Prabowo: Tidak Tahu Malu
Artha Adventy
13 January 2026 12:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Prabowo Subianto mengandalkan Danantara untuk “membereskan” sejumlah permasalahan BUMN termasuk petinggi yang dinilai tidak kompeten dalam menjalankan tugas, namun masih menuntut tantiem. Di sisi lain, Danantara dalam Economic Outlook 2026 menyebut target utama reformasi BUMN bukan mengejar laba instan, melainkan peningkatan kualitas dan kinerja operasional dalam jangka menengah hingga panjang.
Prabowo Subianto dalam sambutan peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik PT Pertamina kembali menyinggung praktik kepemimpinan di sejumlah BUMN yang dinilai tidak selaras dengan kinerja perusahaan. Ia menyebut masih banyak direksi BUMN yang gagal menjalankan tugas secara profesional, sehingga perusahaan yang dikelola justru mencatatkan kerugian.
“Terlalu banyak pengalaman kita. Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik. Saya tugaskan Kepala Danantara dan beberapa menteri untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak, banyak yang rugi,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menyoroti praktik direksi BUMN yang tetap meminta tantiem meski perusahaan membukukan kerugian. Menurutnya, permintaan tersebut tidak sejalan dengan tanggung jawab pengelolaan kekayaan negara. Ia menegaskan bahwa direksi yang tidak mampu menjalankan amanah dipersilakan untuk mengundurkan diri.
“(BUMN) sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Banyak yang siap menggantikan,” tegasnya.






























