Berdasarkan perhitungan di atas kertas, saat sebelum IPO, total nilai saham EMAS yang digenggam Boy Thohir adalah mencapai Rp2,6 triliun. Satu hari usai listing, atau dihari perdananya, nominal pundi–pundi kekayaan Boy Thohir langsung melejit menyentuh Rp3,25 triliun. Yang artinya, ada marjin Rp651 miliar.
Boy Thohir juga memiliki saham di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), perusahaan induk EMAS, mencapai 1.826.062.554 saham. Dia juga berinvestasi di PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan banyak perusahaan potensial lainnya.
Keuntungan dari naiknya harga saham EMAS tidak hanya dialami Boy Thohir. Hardi Wijaya Liong, yang menggenggam 578.973.920 saham EMAS juga berhasil meraih untung Rp420 miliar. Nilai investasi Hardi Wijaya sebelum IPO EMAS adalah Rp1,66 triliun, kemudian melejit menjadi Rp2,08 triliun usai listing dengan asumsi harga EMAS di level yang sama, Rp3.600.
Hardi Wijaya juga merupakan pengusaha nasional ternama dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Hardi Wijaya juga memiliki saham di beberapa perusahaan terbuka, seperti PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM), dan juga PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
(fad/aji)





























