Dalam sepekan, harga emas melejit 1,88% secara point–to–point. Selama sebulan perdagangan, harga emas melesat 11,33% ptp.
Sepanjang 2025 (year–to–date/ytd), harga sang logam mulia melambung 42,83%. Setahun ini, harga terbang tinggi 42,73%.
“Secara teknikal, kelihatannya cukup kuat. Harga emas sudah terangkat di atas US$ 3.708/troy ons dan ini mengindikasikan harga akan terus terdorong naik,” tegas Soni Kumari, Commodity Strategist do ANZ Holdings Ltd, seperti yang disebutkan Bloomberg News.
Salah satu sentimen utama pendongkrak harga emas adalah arah kebijakan moneter, terutama di Amerika Serikat (AS). Pekan lalu, bank sentral Federal Reserve memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4–4,25%.
Ke depan, sepertinya kebijakan moneter longgar akan berlanjut. Ini terlihat dari dot plot edisi terbaru, di mana terlihat akan ada pemotongan lebih lanjut hingga tutup tahun.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non–yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
(fad/wep)






























