Logo Bloomberg Technoz

Kebut Gerakan Pangan Murah, Mendagri Klaim Harga Beras Kian Turun

Mis Fransiska Dewi
18 September 2025 20:00

Pengunjung mengambil beras SPHP di salah satu ritel modern di Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (13/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung mengambil beras SPHP di salah satu ritel modern di Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (13/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan  bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 105 kabupaten dan kota yang masih mencatkan harga beras yang masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Angka ini turun apabila dibandingkan dengan minggu kedua September 2025 dengan jumlah kabupaten/kota yang harga berasnya berada di atas HET yakni sebanyak 214 dari 514 kabupaten kota. Tito mengeklaim bahwa hal tersebut terjadi lantaran pemerintah melaksanakan gerakan pangan murah hingga penyaluran beras Perum Bulog yang dijual lebih murah dari harga pasar.

“214 [kab/kota] itu yang ada kenaikan turun menjadi 105. Nah sekarang, minggu depan kami akan melakukan operasi di 105 melalui intervensi beras dari Bulog yang harganya Rp12.000/kg, Rp11.000/kg untuk kawasan zona 1,” kata Tito ditemui di kantor Badan Gizi Nasional, Kamis (18/9/2025). 


Tito menuturkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga semakin masif. Dia menyebut sebanyak 7.400 ton beras SPHP sudah disalurkan dalam satu hari. Bahkan, dalam satu kali operasi pasar yang dilakukan kemarin, pemerintah bisa mendistribusikan beras SPHP mencapai 43.000 ton.

“Nanti kita operasi [pangan], Sabtu ini. Kita akan operasi besar seluruh kecamatan di 105 kabupaten/kota. Ya, nanti mudah-mudahan dengan [operasi pasar] ini turun lagi,” imbuhnya.