Logo Bloomberg Technoz

Bos BGN Tanggapi Menkeu Purbaya soal Lambatnya Serapan MBG

Mis Fransiska Dewi
18 September 2025 17:20

Sejumlah murid menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di SDN 15 Slipi, Jakarta, Senin (6/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah murid menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di SDN 15 Slipi, Jakarta, Senin (6/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana buka suara ihwal kritik penyerapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai lambat sejak awal tahun. Dadan mengakui banyak pihak yang ragu pada awal berdiri pembentukan badan baru di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut. 

“Kami kenapa lambat [penyerapan anggaran] di awal? Karena kan banyak orang yang tidak yakin program ini akan jalan,” kata Dadan ditemui di kantornya, Kamis (18/9/2025). 

Dadan menjelaskan penyerapan anggaran di BGN identik dengan jumlah penerima manfaat. Menurutnya, semakin besar penerima manfaat, maka penyerapan anggaran akan berkorelasi positif. 


Dia mengungkapkan mesin penyerapan anggaran oleh BGN adalah jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG. Dadan menyontohkan, jika 1 SPPG terbangun dalam 1 hari, maka Rp1 miliar anggaran akan terserap. 

Dadan memaparkan pada Januari 2025 BGN baru bisa membangun 190 SPPG dengan menyerap anggaran Rp190 miliar. Akan tetapi, hingga saat ini sebanyak 8.344 SPPG sudah terbangun. Dengan demikian, penyerapan anggaran telah mencapai Rp8,3 triliun.