Pelemahan pada saham keuangan diperberat oleh amblesnya harga saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) drop 6,18%, dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang turun 4,68%. Serta saham PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) drop 3,75%.
Adapun saham–saham properti juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) terpeleset 5,49% dan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga terjebak di zona merah dengan penurunan 4,93%. Serta saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) drop 4,31%.
Hingga penutupan perdagangan, indeks LQ45 yang berisikan saham–saham Big Caps tercatat melemah mencapai 0,73% dan 5,19 poin ke level 809,3.
Adapun saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memimpin pelemahan saham LQ45 karena telah mengalami penurunan harga mencapai 5,56%. Disusul oleh melemahnya saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) yang ambles 5,17%.
Sedang saham–saham unggulan LQ45 selanjutnya, seperti saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berada pada zona merah dengan kehilangan 4,82%. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) juga melemah 4,69%.
Sama halnya dengan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang melemah 3,94%. Untuk PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sahamnya drop 3,28%.
Utamanya, sentimen sell on news dan profit taking menghantui IHSG pada perdagangan siang hari ini.
Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, investor cenderung melakukan sell on news atas penurunan suku bunga The Fed yang telah diantisipasi sebelumnya serta aksi profit taking setelah mencapai level tertinggi baru.
“Secara teknikal, indicator MACD membentuk golden cross dengan histogram positif dan stochastic RSI masih berada di area pivot,” jelas riset Phintraco, Kamis.
Indikator accumulation/distribution menunjukkan terjadinya distribusi dengan didukung meningkatnya volume jual.
“Namun saat ini IHSG berada di upper band Bollinger bands, yang mengindikasikan ada potensi koreksi jangka pendek atau konsolidasi karena mendekati area overbought.”
Sehingga, mengutip riset Phintraco, IHSG diprediksi akan cenderung bergerak sideways pada rentang 7.970 – 8.070 pada perdagangan esok hari.
(fad/aji)































