Dadan menargetkan pada akhir September 2025 BGN akan memiliki 10.000 SPPG. Sehingga pada awal Oktober pihaknya dapat menyerap anggaran mencapai Rp10 triliun.
“Dan kita targetkan di bulan Oktober sudah akan ada sekitar 20.000 SPPG sehingga di November [penyerapan anggaran] sudah Rp20 triliun sendiri. Seperti itu mekanismenya,” jelas Dadan.
“Sehingga penyerapan [anggaran] itu di ujung akan sangat besar. Bukan diada-adakan, tetapi karena SPPG-nya bertambah.”
Di sisi lain, Dadan menegaskan pihaknya sudah sering mengadakan konferensi pers dengan Kementerian Keuangan terkait progres penyerapan anggaran Program MBG secara berkala.
“Mereka [Kemenkeu] kan mantau setiap saat. Bahkan dengan Bu Sri Mulyani dulu kan sudah dua kali atau tiga kali konferensi pers ya. Jadi karena Pak Menkeu baru [Purbaya], nanti kita akan lakukan [konpers]. Tapi dengan tiga wamennya kan sudah biasa,” ucap Dadan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menggelar pertemuan publik bersama Kepala BGN untuk melaporkan informasi mengenai progres penyerapan anggaran Program MBG secara berkala.
Rencana ini disampaikan merespons kritik Anggota Komisi XI DPR RI terkait penyerapan anggaran program prioritas pemerintah tersebut yang lambat sejak awal tahun.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penyerapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis baru Rp13,2 triliun sampai Agustus 2025. Angka ini 18,6% dari total pagu awal Rp71 triliun. Jika dibandingkan total pagi outlook yang sebesar Rp171 triliun, persentase penyerapannya bahkan belum double digit.
Menurut dia, konferensi pers bersama Kepala BGN nantinya akan meningkatkan transparansi penggunaan anggaran dan mengoptimalkan pelaksanaan program.
"Nanti sebulan sekali kita akan jumpa pers dengan kepala MBG. Nanti kalau penyerapannya jelek dia suruh jelasin ke publik saya di sebelahnya," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Jakarta, belum lama ini.
Dia menjelaskan, permintaan tersebut juga dilakukan sebagai bagian dari upaya dalam menggenjot belanja anggaran pemerintah, yang pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
Tak hanya program MBG, dia juga memastikan akan mengawasi sejumlah program lain yang selama ini penyerapan anggarannya belum cukup maksimal.
"Kami akan kirim orang ke sana supaya jalannya cepat, dan kita akan monitor on regular basis. Supaya dari anggaran yang banyak tadi ada dampaknya," tutur dia.
(ell)





























