Logo Bloomberg Technoz

Keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga tetap rendahnya inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1% dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya.

Pemangkasan BI Rate tersebut sejatinya mendorong saham–saham emiten rate sensitive, terutama saham perbankan, ditambah lagi dengan sentimen guyuran Rp200 triliun pada Jumat lalu, diprediksi dapat mempercepat pelonggaran likuiditas.

Mengutip riset analis Jeffrosenberg Chenlim, dari Maybank Sekuritas Indonesia, keseimbangan ini memberi sinyal terbukanya ruang untuk pemangkasan lebih lanjut jika kondisi memungkinkan. BI memperlihatkan jelas sikap pro-pertumbuhan (pro-growth) namun tetap menekankan stabilitas, utamanya bagi rupiah.

“Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dipandang sebagai yang paling diuntungkan, disusul oleh Bank Negara Indonesia (BBNI),” mengutip riset Maybank terbaru, Kamis.

Senada, melansir riset analis Sarah Jane Mahmud, analis Bloomberg Intelligence, tekanan margin Bank BRI dapat segera mereda karena Dana Pihak Ketiga diprediksi menyesuaikan bunga lebih cepat dibanding Kredit, seiring besarnya portofolio pembiayaan mikro berbunga tetap yang dimiliki bank tersebut. (fixed-rate micro-finance)

Sebagai salah satu acuan, berikut rekomendasi saham, dan juga target harga saham keempatnya berdasarkan konsensus Bloomberg, mengutip data pada Kamis 18 September 2025,

Rekomendasi dan Target Harga Saham Bank

BBRI

- Buy: 31 Analis
- Hold: 7
- Sell: 1
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp4.602/saham

Terbaru, Jonathan Gunawan, analis Trimegah Sekuritas memberikan rekomendasi beli pada saham BBRI dengan target harga mencapai Rp5.400/saham. Kemudian Erni M Siahaan, analis Ciptadana Sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.900/saham.

BMRI

- Buy: 31 Analis
- Hold: 3
- Sell: 3
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp5.840/saham

Terbaru, Jovent Muliadi, analis Indo Premier memberikan rekomendasi beli untuk saham BMRI dengan target harga Rp6.000/saham. Lebih potensial, Erwin Wijaya, analis Verdhana Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli dengan target harga mencapai Rp6.500/saham.

BBCA

- Buy: 34 Analis
- Hold: 3
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp10.795/saham

Terbaru, Kresna Hutabarat, analis Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp11.000/saham. Senada dengan Muhammad NurKholis Syafruddin, analis DBS Bank, yang memberikan rekomendasi Buy dengan target harga mencapai Rp12.000/saham.

BBNI

- Buy: 33 Analis
- Hold: 3 
- Sell: 2
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp5.019/saham

Terbaru, Erni M Siahaan, analis Ciptadana Sekuritas memberikan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp5.675/saham. Lebih tinggi, Ferry Wong, analis Citi memberikan rekomendasi beli dengan target harga mencapai Rp6.000/saham.

(fad/aji)

No more pages