Logo Bloomberg Technoz

Volume transaksi IHSG sepanjang perdagangan menyentuh 44,38 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp18,27 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 2,15 juta kali diperjualbelikan. Sebanyak 360 saham mengalami kenaikan, dan 318 saham turun. Sedangkan 124 saham stagnan.

Penutupan Saham BBRI pada Rabu 17 September 2025 (Sumber: Bloomberg)

Sejumlah saham–saham juga menjadi pendukung utama IHSG pada perdagangan Sesi II. Saham–saham perindustrian, saham teknologi, dan saham kesehatan mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 2,82%, 2,47%, dan 1,05%.

Melesat tingginya IHSG sampai dengan ATH merupakan efek secara langsung dari kenaikan sejumlah saham Big Caps, terutama saham BBRI pada penutupan perdagangan.

Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (17/9/2025).

  1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 14,87 poin
  2. Barito Pacific (BRPT) menyumbang 9,96 poin
  3. Multipolar Technology (MLPT) menyumbang 9,64 poin
  4. Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 4,57 poin
  5. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 3,84 poin
  6. Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 2,85 poin
  7. Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 2,64 poin
  8. Chandra Asri Pacific (TPIA) menyumbang 2,25 poin
  9. Astra International (ASII) menyumbang 2,22 poin
  10. Bank Permata (BNLI) menyumbang 2,18 poin

Adapun saham perindustrian juga jadi pendorong penguatan IHSG, PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) yang menguat 24,4%, dan saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang mencetak kenaikan 10,1%.

Disusul oleh penguatan saham–saham teknologi, saham PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) melejit 10%, saham PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) juga menguat dengan kenaikan 9,91%, dan saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melesat 2,65%.

Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, penguatan IHSG, termasuk saham BBRI, seiringan dengan langkah BI turunkan suku bunga menjadi 4,75% pada pertemuan September bulan ini.

“Penguatan IHSG pada hari ini sejalan dengan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 4.75%,” jelas Phintraco.

Keputusan ini berada di luar ekspektasi konsensus maupun analis yang sebelumnya mengestimasikan BI Rate akan dipertahankan di level 5%.

Secara kumulatif, hingga September 2025 BI telah memangkas suku bunga acuan sebesar 125 bps sepanjang tahun. 

“Kebijakan pelonggaran moneter tersebut diharapkan selaras dengan langkah Pemerintah yang menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun melalui sejumlah bank BUMN besar, yang pada gilirannya diharapkan mampu mendorong konsumsi masyarakat serta mendukung pencapaian target pertumbuhan GDP nasional.”

(fad/wep)

No more pages