Logo Bloomberg Technoz

BI Keluhkan Bank Lambat Pangkas Bunga Kredit & Deposito

Sultan Ibnu Affan
17 September 2025 15:38

Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75% (Diolah)
Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75% (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mengkritik lambatnya respons perbankan dalam menurunkan suku bunga kredit, yang berdampak pada enggannya pengusaha menanggung beban tinggi pembiayaan dan berdampak pada lambatnya pertumbuhan ekonomi.

Sejak September 2024, BI telah menurunkan BI rate sebesar 125 bps, sementara bunga simpanan bank hanya turun 16 bps pada Agustus 2025. Penurunan suku bunga ini kalah dengan suku bunga SRBI tenor 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan yang sudah turun hingga 210 bps menjadi 5,06% (tenor 6 bulan), 5,07% (tenor 9 bulan), dan 5,08% (tenor 12 bulan).

Imbal hasil SBN 2 tahun mengalami penurunan 185 bps. Pada awal tahun imbal hasilnya 6,969% dan kini menjadi 5,11%. Adapun imbal hasil SBN 10 tahun turun 94 bps dari tingkat teringgi 7,26% menjadi 6,32%.


BI menyebut penyebab rendahnya penurunan suku bunga karena bank masih memberikan deposito special rate atau deposito berbunga khusus di atas suku bunga penjaminan LPS 3,75%. Totalnya mencapai 25% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp2.130 triliun.

“BI memandang suku bunga deposito dan kredit perbankan perlu segera turun sehingga dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan sebagai upaya bersama dalam dukung pertumbuhan ekonomi lebih tinggi,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/9/2025).