Logo Bloomberg Technoz

Sedangkan tenor 10Y yang juga turun 2,8 bps kini di 6,30%. Disusul tenor panjang 15Y turun 2,2 bps dan tenor 20Y terpangkas yield 2,6 bps.

Adapun rupiah di pasar spot bertahan stagnan di kisaran Rp16.440/US$, setelah sebelumnya berhasil menguat yang juga sejalan dengan tren penguatan valuta Asia jelang pengumuman kebijakan bunga acuan Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat.

Namun, di pasar forward offshore, rupiah NDG tertekan melemah di kisaran Rp16.468/US$, mencerminkan pelemahan 0,29% dibanding posisi hari sebelumnya.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 September 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50%.

"Keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1% dan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring siang ini.

Gubernur Perry mengatakan, permintaan domestik masih lemah. Respon kebijakan yang lebih kuat dibutuhkan agar perekonomian domestik bisa kembali pulih. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI tahun ini akan di atas titik tengah proyeksi Bank Indonesia yaitu 4,6%-5,4%.

Sedangkan inflasi domestik diperkirakan akan berada di kisaran 1,5%-3,5% pada tahun ini dan tahun depan. 

Keputusan BI memangkas bunga acuan siang ini, mengejutkan pasar yang memperkirakan Perry Warjiyo dan kolega akan mempertahankan BI rate di level 5%. 

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 35 analis/ekonom hingga Selasa pagi tadi, menghasilkan median proyeksi di 5%. Artinya, BI Rate ditahan, tidak ke mana-mana.

Namun, BI kembali mengejutkan pasar dengan tak terduga memangkas suku bunga acuan untuk keenam kali sejak September 2024 lalu.

(rui)

No more pages