Privy Proyeksi Percobaan Kejahatan Siber di RI Masih Naik
Redaksi
17 September 2025 11:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Startup penyedia identitas digital dan tanda tangan elektronik, Privy memproyeksikan percobaan kejahatan siber di Indonesia bakal naik pada 2026 mendatang, termasuk untuk tindakan penipuan atau kecurangan (fraud) di dunia maya hingga pemalsuan data. Menurut Chief Executive Officer (CEO) Privy, Marshall Pribadi, hal itu dikarenakan para pelaku menganggap ini sebagai industri dan bisnis.
“Kalo percobaannya pasti meningkat, kenapa? Mereka udah treat (memperlakukan) ini as industry as business (sebagai industri dan bisnis). Ya kalo kita punya bisnis, kita tahun depan harus meningkat, si fraudster-fraudster (penipu) ini juga merasa ya harus meningkat [keberhasilan kejahatan siber] mereka tahun depan,” tutur Marshall di Jakarta Selatan dikutip Rabu (17/9/2025).
Oleh karena itu, dia mendorong semua pihak untuk dapat menurunkan angka keberhasilan (success rate) kejahatan siber di Tanah Air. Marshall menyebut jumlah penipu di dunia maya akan turun jika masyarakat Indonesia diberikan pemahaman agar tak menjadi korban.
“Jadi memang modus penipuan itu kan semakin berkembang dan mereka itu sekarang juga udah melihat juga pola sosiologis masyarakat,” ungkap dia.
Ada 12.721 Entitas Ilegal yang Telah Dihentikan Satgas PASTI
Berdasarkan data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC), Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mencatat ada 1.737 investasi ilegal, 10.733 pinjaman online (pinjol) ilegal, 251 gadai ilegal beredar, beber Chief Information Officer (CIO) Privy, Krishna Chandra.































