Logo Bloomberg Technoz

6 Dampak Penutupan Selat Hormuz ke Industri Hilir Nikel

Azura Yumna Ramadani Purnama
18 March 2026 11:50

Blok Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) di fasilitas pengolahan nikel Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg-Dimas Ardian
Blok Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) di fasilitas pengolahan nikel Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran diprediksi membuat pasokan sulfur dari Timur Tengah ke smelter nikel hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL) di Asia tertahan, sebab jalur perdagangan di Selat Hormuz hingga saat ini masih belum dapat dilalui.

Bloomberg Intelligence dalam risetnya baru-baru ini mengungkapkan kenaikan harga sulfur sebesar 10% menyebabkan kenaikan biaya pemrosesan nikel sebesar 5%.

Bahkan, potensi gangguan pasokan tersebut berpotensi menghambat hilirisasi nikel Indonesia. Namun, kondisi tersebut diprediksi dapat diatasi oleh smelter Jepang.


1. Hilirisasi Baterai Bisa Terganggu

Bloomberg Intelligence memandang konflik di Timur Tengah tersebut sudah mengganggu pengiriman sulfur dari wilayah tersebut ke Indonesia, terlebih Indonesia mengimpor hampir separuh kebutuhannya dari Timur Tengah.