Cisco: Hanya 11% Perusahaan RI yang Siap Hadapi Ancaman Siber
Farid Nurhakim
29 October 2025 08:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Direktur Hewlet-Packard (HP) Indonesia, Juliana Cen mengatakan hanya 11% perusahaan di Indonesia yang memiliki kesiapan menghadapi ancaman siber. Hal ini berdasarkan Indeks Kesiapan Keamanan Siber 2025 (Cybersecurity Readiness Index 2025) yang dirilis Cisco, perusahaan teknologi jaringan asal Amerika Serikat (AS).
"Nah survei dari Cisco katakan, ternyata memang hanya 11% dari perusahaan di Indonesia itu yang bener ready (siap), mature (matang), mengerti, dan sudah mensiapkan tentang protection (proteksi) dari cybersecurity (keamanan siber)," kata Juliana dalam paparannya dikutip Rabu (29/10/2025).
Dari data tersebut, dia memandang Indonesia agak unik. Biasanya jika perusahaan sudah terkena ransomware atau jenis program jahat yang mengenkripsi data dan meminta pembayaran tebusan untuk mendekripsinya, lalu baru sibuk mengurusi persoalan keamanan siber dan lain sebagainya.
"Kalau kita ngomong tentang readiness (kesiapan), berdasarkan data dari Cisco, Indonesia ini agak unique (unik). Ibarat kata, kalau 'belum kena ransomware', 'belum kena malware', itu nggak ada security issue (masalah keamanan)," ujar Juliana.
Artinya, kata dia, sisanya terdapat 89% di dunia yang masih tahap pengembangan atau kemungkinan menunggu apabila ada serangan ransomware, baru mulai menyiapkan untuk menghadapi ancaman siber. Sementara itu, menurut hasil riset, Indonesia bakal membutuhkan sekitar 1,5 juta profesional di bidang keamanan siber.

































