Logo Bloomberg Technoz

Muncul Nyeri Dada Saat Lari, Ini Kata Dokter

Dinda Decembria
10 September 2025 19:40

Gelombang badai mendekati pelari di pinggiran Three Anchor Bay, Cape Town, Afrika Selatan, Kamis (11/7/2024). (Dwayne Senior/Bloomberg)
Gelombang badai mendekati pelari di pinggiran Three Anchor Bay, Cape Town, Afrika Selatan, Kamis (11/7/2024). (Dwayne Senior/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta -Aktivitas lari kini semakin digemari masyarakat sebagai salah satu cara menjaga kebugaran. Namun, sebagian orang sering merasa cemas ketika mengalami nyeri dada saat berlari. Apakah itu tanda penyakit jantung?

Menurut Dokter Subspesialis Kedokteran Olahraga dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO, nyeri dada saat olahraga memang merupakan tanda (sign) yang tidak boleh diabaikan, tetapi tidak serta-merta berarti seseorang mengalami gangguan jantung.

“Nyeri itu adalah sebuah sign. Apakah nyeri dada ini pasti penyakit jantung? Nah, belum tentu,” ujar dr. Listya di FKUI Salemba, Selasa (09/09).


“Bisa saja nyeri muncul karena kurang pemanasan atau persiapan sebelum olahraga. Jadi tidak semua nyeri dada itu berbahaya, tapi kita tetap harus waspada untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,"sambungnya.

Jangan Abaikan Gejala

Dr. Listya menekankan, langkah pertama ketika nyeri dada muncul saat berlari adalah segera menghentikan aktivitas. “Nomor satu, di-stop dulu. Itu untuk memastikan apakah nyeri berkaitan dengan jantung atau tidak. Kalau berhenti sebentar lalu nyerinya berkurang, kemungkinan besar bukan masalah jantung. Tapi tetap harus diamati, apalagi kalau keluhannya muncul berulang,” jelasnya.