Burden Sharing Berisiko Picu Inflasi? Ini Jawaban Menkeu Purbaya
Pramesti Regita Cindy
10 September 2025 08:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons kekhawatiran para pelaku ekonomi bahwa skema berbagi beban bunga utang atau burden sharing Surat Berharga Negara (SBN) antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk membiayai program prioritas akan berisiko meningkatkan inflasi.
Purbaya mengatakan pihaknya belum membahas lebih detail terkait skema Burden Sharing dengan pihak terkait. Namun, dia menegaskan bahwa skema tersebut tidak serta-merta memicu inflasi. Pergerakan inflasi bergantung potensi ekonomi dan kapasitas ekonomi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi.
"Inflasi itu tumbuhnya cepat, kalau ekonomi tumbuh cepat baru bisa inflasi. Kalau pertumbuhannya di atas laju pertumbuhan ekonomi potensial. Kita 6,5% sampai 6,7%. Jadi masih jauh kalau kita bilang demand pull inflation (inflasi tarikan permintaan) akan terjadi," kata Purbaya ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Demand pull inflation merupakan kenaikan harga barang dan jasa yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan agregat yang melebihi penawaran agregat yang tersedia, sehingga menciptakan kondisi ‘terlalu banyak uang mengejar terlalu sedikit barang’. Kondisi tersebut kerap terjadi saat ekonomi tumbuh pesat, daya beli meningkat, dan konsumsi melonjak, tetapi kapasitas produksi tidak dapat mengimbangi permintaan.
Oleh karena itu, menurut dia, inflasi baru berpotensi meningkat apabila pertumbuhan ekonomi melampaui kapasitas potensial. Dengan kondisi saat ini, ia menilai risiko tersebut masih terkendali.




























