Logo Bloomberg Technoz

Beberapa beberapa terakhir, video berdurasi 1 menit 17 detik viral di media sosial. Dalam video itu, tampak para karyawan berjabat tangan penuh haru saat momen perpisahan antar para karyawan pabrik tersebut.

Merespons hal itu, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan pihaknya bakal memverifikasi kabar PHK tersebut. Jika benar terjadi, ini membuktikan daya beli masyarakat masih rendah sehingga berdampak pada menurunnya produksi industri rokok.

“Kami baru dapat kabarnya telah terjadi PHK buruh rokok PT Gudang Garam. Kita akan cek dulu,” kata Said dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

Menurut dia, ada sejumlah faktor lain yang menyebabkan kondisi ini. Antara lain pasokan tembakau yang terbatas, tak ada inovasi untuk mengikuti tren pasar, dan pajak cukai rokok yang dinilai makin mahal.

“Selamatkan industri rokok nasional, selamatkan puluhan ribu buruh terancam PHK. Tetap dijaga kampanye kesehatan,” ujar Said.

Dia memprediksi selain ribuan karyawan PT Gudang Garam Tbk yang terancam PHK, terdapat puluhan ribu buruh lainnya yang dapat dilakukan pemutusan hubungan kerja. Seperti buruh tembakau, logistik, supir, pedagang kecil, suplier, pemilik kontrakan, dan lain-lain.

“Bisa jadi ratusan ribu buruh berpotensi kehilangan pekerjaan,” ungkap Said.

Dia mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) harus turun tangan. Namun penanganannya jangan seperti kasus PHK di Sritex, yang hanya janji manis bahkan tunjangan hari raya (THR) saja tak dibayar.

Berdasarkan laporan tahunan PT Gudang Garam Tbk pada 2024, jumlah karyawan Gudang Garam berjumlah 30.308 orang. Sementara, sebanyak 84,4% dari total karyawan merupakan karyawan tetap.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.752 pegawai bekerja sebagai staf atau sebanyak 91,6%, sebanyak 1.845 karyawan bekerja sebagai supervisor atau ekuivalen dengan 6,1%, sebanyak 697 karyawan bekerja sebagai manajer atau sebesar 2,3% dan sisanya sebagai komisaris dan direktur.

(ain)

No more pages