Logo Bloomberg Technoz

Disusul dolar Taiwan dengan penguatan 0,3%, ringgit Malaysia berhasil terapresiasi 0,19%, peso Filipina dengan 0,07%, dan dolar Hong Kong menguat 0,05% terhadap dolar AS.

Mata Uang Asia vs Dolar AS (Sumber: Bloomberg)

Sedang Yen Jepang (-0,48%), won Korea Selatan (0,39%), dolar Singapura (-0,05%), dan yuan China (-0,03) masih tertekan di zona merah, tak sejalan dengan tren regional.

Pasar SUN Reli

Rupiah mendapatkan dukungan dari animo pemodal yang membesar di pasar obligasi negara. 

Siang hari ini pergerakan imbal hasil obligasi negara melanjutkan penurunan. Imbal hasil yang menurun mencerminkan kenaikan harga surat utang akibat permintaan beli yang naik.

Mengacu data real time OTC Bloomberg pada pukul 11.30 WIB, hampir semua imbal hasil SUN turun cukup banyak, mencerminkan reli harga.

Yield SUN tenor pendek terpangkas lebih banyak di mana imbal hasil 3 tahun terpangkas 5,8 basis poin (bps) di level 5,474%. Lalu tenor 5 tahun turun 2,7 bps di level 5,714%, bersama tenor 7 tahun juga turun 1,9 bps di level 6,074%.

Tenor jangka menengah pada Surat Utang 10 tahun bahkan terpangkas yield–nya mencapai -4,4 bps menyentuh 6,353%. Menyusul tenor 15 tahun turun 0,6 bps di level 6,732%. Tenor jangka panjang, surat utang 20 tahun dan 30 tahun juga terdepresiasi masing–masing 0,7 bps dan 0,3 bps.

Reli harga SUN hari ini terpengaruh juga oleh tren global. Tanda–tanda lebih lanjut dari pasar tenaga kerja AS yang mendingin dan juga lebih rendah daripada estimasi pasar, memicu serbuan investor menuju US Treasury hingga yield pun ikut terpangkas.

Harapan penurunan bunga The Fed membesar dan itu membuat pamor dolar AS makin mantap di jalur bearish. Saat bunga turun, berinvestasi di aset–aset berbasis dolar AS (terutama instrumen berpendapatan tetap) menjadi kurang menarik. Akibatnya, DXY, dolar AS pun melemah dan rupiah mendapat angin segar.

Data ini menebalkan keyakinan pasar Bank Sentral Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan dalam rapat bulan September ini. Perlambatan di pasar tenaga kerja sudah begitu terasa, sehingga mungkin sudah saatnya mengucurkan stimulus moneter.

Probabilitas Federal Funds Rate September 2025 (Sumber: CME FedWatch)

Mengutip CME FedWatch Tools, probabilitas penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke 4—4,25% dalam rapat September adalah 92%. Adapun peluang penurunan 50 bps menjadi 3,75-4% adalah 8%.

Adapun kemungkinan bunga acuan bertahan di 4,25–4,5% adalah 0%, yang artinya hampir tidak pasti The Fed akan mempertahankan Federal Funds Rate bulan ini.

(fad)

No more pages