Logo Bloomberg Technoz

Daftar Makanan yang Bisa Bikin Tulang Keropos

Gula: Si Manis yang Menyimpan Bahaya

Pekerja memasukkan gula ke dalam karung. (Dok. Bloomberg)

Konsumsi gula berlebihan memang kerap dikaitkan dengan penyakit kronis seperti diabetes dan obesitas. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa gula juga berdampak negatif pada kesehatan tulang.

Gula berlebihan dapat mengganggu proses penyerapan kalsium di usus, sehingga tubuh kesulitan membangun jaringan tulang baru. Selain itu, gula memicu peradangan yang memperburuk kualitas tulang dalam jangka panjang.

Makanan penutup, minuman kemasan, hingga sereal manis menjadi penyumbang utama konsumsi gula harian. Bagi mereka yang tidak bisa lepas dari rasa manis, mengganti gula dengan pemanis alami seperti madu atau buah segar bisa menjadi solusi yang lebih aman.

Garam: Rasa Gurih yang Menguras Kalsium

Ilustrasi Garam (Envato)

Asupan garam yang berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko hipertensi, tetapi juga mempercepat pelepasan kalsium melalui urine. Saat kalsium terbuang, tubuh akan berusaha "meminjam" cadangan kalsium dari tulang.

Jika hal ini berlangsung terus-menerus, struktur tulang menjadi rapuh dan mudah keropos. Makanan kemasan seperti keripik, mi instan, dan camilan gurih mengandung kadar garam yang sangat tinggi.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi garam maksimal 5 gram per hari. Mengurangi garam dengan menggunakan bumbu alami seperti bawang putih, jahe, atau rempah-rempah bisa membuat hidangan tetap lezat tanpa merugikan kesehatan tulang.

Kafein: Energi Instan yang Bisa Merusak Kepadatan Tulang

Ilustrasi Kopi Hitam (envato/wirestock)

Kopi, teh, dan minuman energi menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Namun, kafein yang dikandungnya dapat mengurangi kepadatan tulang jika dikonsumsi berlebihan.

Kafein bekerja dengan meningkatkan pengeluaran kalsium lewat urine, mirip dengan dampak garam. Tak hanya itu, minuman energi juga kerap dipadukan dengan gula tinggi, menciptakan kombinasi yang semakin membahayakan tulang.

Membatasi asupan kafein hingga 1–2 cangkir kopi per hari masih tergolong aman. Alternatif lain, teh herbal tanpa kafein dapat menjadi pilihan minuman hangat yang lebih ramah bagi tulang.

Soda: Segarnya Mengikis Mineral Tulang

Ilustrasi Minuman Soda (Envato/inn_ka)

Minuman bersoda sering kali dikaitkan dengan gaya hidup modern. Namun, di balik kesegarannya, soda mengandung asam fosfat yang bisa mengganggu keseimbangan kalsium dan fosfor dalam tubuh.

Ketidakseimbangan mineral ini membuat tubuh rentan kehilangan kalsium dari tulang. Akibatnya, tulang melemah dan risiko osteoporosis meningkat.

Mengurangi soda dan beralih ke minuman sehat seperti air mineral dengan irisan lemon, infused water, atau teh hijau buatan sendiri bisa menjadi langkah bijak untuk menjaga kesehatan tulang.

Alkohol: Menahan Regenerasi Tulang

Ilustrasi Minuman Alkohol (Envato/LightFieldStudios)

Minuman beralkohol diketahui dapat memperlambat produksi sel-sel tulang baru. Konsumsi alkohol berlebihan juga merusak hati, organ yang berperan penting dalam metabolisme vitamin D—nutrisi yang sangat dibutuhkan tulang.

Ketika tubuh tidak mampu memproses vitamin D dengan baik, penyerapan kalsium ikut terganggu. Hasilnya, tulang kehilangan kekuatan secara perlahan.

Jika memang mengonsumsi alkohol, batasi jumlahnya dan seimbangkan dengan makanan sehat seperti kacang-kacangan, buah, atau keju agar dampaknya tidak terlalu parah.

Protein Tidak Seimbang: Ancaman Tersembunyi dari Diet Tinggi Daging

Ilustrasi Protein (Dok. Envato)

Protein adalah nutrisi penting bagi pertumbuhan dan perbaikan jaringan tulang. Namun, konsumsi protein yang tidak seimbang—terutama jika hanya berasal dari hewani—dapat mengganggu kadar kalsium tubuh.

Asam dari metabolisme protein hewani membuat tubuh membutuhkan kalsium tambahan untuk menetralkan kondisi tersebut. Jika asupan kalsium tidak cukup, tulang akan terkuras.

Solusinya adalah menyeimbangkan konsumsi protein hewani dengan protein nabati seperti kacang, biji-bijian, dan sayuran hijau. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kepadatan tulang.

Karbohidrat Olahan: Pemanis Semu yang Mengikis Nutrisi

Ilustrasi Roti (Envato/JR-50)

Roti putih, biskuit, dan pastry adalah contoh makanan karbohidrat olahan yang minim serat, magnesium, dan fosfor. Padahal, ketiga nutrisi tersebut sangat penting untuk pembentukan tulang yang sehat.

Mengandalkan karbohidrat olahan membuat tubuh kehilangan kesempatan mendapatkan nutrisi esensial. Akibatnya, kesehatan tulang terabaikan, meski kebutuhan energi harian tercukupi.

Untuk menjaga tulang tetap kuat, gantilah karbohidrat olahan dengan biji-bijian utuh seperti oatmeal, nasi merah, atau quinoa yang lebih bernutrisi.

Mengganti Kebiasaan, Menyelamatkan Tulang

Ilustrasi pelayanan kesehatan di rumah sakit. (Envato)

Mencegah pengeroposan tulang tidak hanya bergantung pada makanan sehat, tetapi juga dengan mengurangi konsumsi makanan yang berisiko merusaknya. Gula, garam, kafein, soda, alkohol, protein tidak seimbang, serta karbohidrat olahan adalah tujuh hal yang perlu dibatasi.

Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi makanan kaya kalsium seperti susu rendah lemak, yogurt, ikan, serta sayuran hijau. Jangan lupa juga vitamin D dari paparan sinar matahari pagi untuk membantu penyerapan kalsium secara optimal.

Selain itu, aktivitas fisik teratur seperti jalan kaki, yoga, atau latihan beban ringan dapat menjaga kepadatan tulang. Dengan kombinasi pola makan sehat dan gaya hidup aktif, risiko osteoporosis bisa ditekan sejak dini.

Menjaga kesehatan tulang adalah langkah penting agar kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut. Meski ancaman osteoporosis sering muncul di usia tua, pencegahannya justru harus dilakukan sejak muda dengan mengatur pola makan dan gaya hidup.

Dengan membatasi konsumsi makanan yang mempercepat pengeroposan, Anda memberi kesempatan pada tubuh untuk mempertahankan kepadatan tulang lebih lama.

Seperti pepatah bijak, lebih baik mencegah daripada mengobati. Tulang yang kuat adalah fondasi tubuh yang sehat—dan keputusan untuk menjaganya ada di tangan Anda.

(seo)

No more pages