"Kalau areal LP2B yang dipakai 200 hektare, maka nanti disiapkan 600 hektare sawah baru. Dan kalau 70 hektare, berarti 3 kali lipatnya 210 hektare sawah baru," kata Dedi menegaskan, namun tidak merinci berapa ratus hektare lahan yang terdampak pembangunan pabrik BYD maupun Vinfast.
Bloomberg Technoz sudah menghubungi pihak BYD untuk memberikan tanggapan, namun belum ada respons.
Seperti diketahui, Fasilitas produksi mobil listrik BYD dibangun di area Fase 2 Subang Smartpolitan, Jawa Barat. BYD menggelontorkan investasi hingga Rp11,7 triliun. Rencananya BYD Indonesia akan menambah kapasitas produksi dari yang awalnya 150.000 unit per tahun. Kemudian terbuka untuk pengembangan fasilitas baterai dan kendaraan jenis Plug In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) premium di awal tahun depan.
(ain)































