INDEF Sebut Asumsi Kurs Rp16.500/US$ di RAPBN 2026 Pesimistis
Pramesti Regita Cindy
18 August 2025 17:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai asumsi nilai tukar rupiah pada level Rp16.500 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 terlalu pesimistis
Menurutnya penetapan kurs tersebut terkesan tidak mencerminkan potensi fundamental ekonomi Indonesia.
"[Target] Rp16.500 itu seolah kita nggak ngapa-ngapain. Itu problemnya, karena realisasinya kita lebih kuat dari itu. Kenapa kita udah memasang target yang justru terdepresiasi? Mungkin memang ada alasan-alasan tertentu. Kita kan cenderungannya ini menurunkan Rupiah rate kita," jelas Eko dalam diskusi Indef, dikutip Minggu (17/8/2025).
Meski demikian, ia menilai BI perlu menunjukkan upaya lebih besar untuk menjaga stabilitas rupiah.
Oleh karena itu, Eko menyoroti strategi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong masuknya arus modal asing (capital inflow) serta memperluas pasar ekspor melalui kerja sama internasional. Menurutnya, narasi kebijakan tersebut seharusnya tercermin dalam penguatan nilai tukar rupiah, bukan sebaliknya.






























