Logo Bloomberg Technoz

PEP Tanjung Field Ubah Limbah Tekstil Jadi Peluang Usaha


(Dok. PHE)
(Dok. PHE)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Untuk mendukung pemberdayaan UMKM sekaligus mengurangi limbah tekstil di wilayah operasinya, PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyelenggarakan pelatihan menjahit dengan metode patchwork dan slashing bagi masyarakat Desa Masukau, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh Kelompok Cetak Saring dan Jahit (CETAR) sebagai upaya memberdayakan UMKM Madani binaan PEP Tanjung Field. Peserta dibekali keterampilan mengolah kain perca dan coverall bekas menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi, seperti tas, sarung bantal, hingga dekorasi rumah. Kegiatan yang dimulai awal Juli 2025 ini dipusatkan di Gedung Menjahit RT 06 Desa Masukau.

Field Manager PEP Tanjung Field, Charlie Parmonangan Nainggolan, menegaskan bahwa keberlangsungan bisnis perusahaan harus berjalan seiring dengan kemandirian masyarakat serta kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.

”Kami berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendukung pengembangan masyarakat dan pelestarian lingkungan selaras dengan upaya pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” jelas Charlie. 

Pelatihan keterampilan menjahit ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui program CSR CETAR, kegiatan ini dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat dengan menambah keterampilan yang relevan sekaligus membuka peluang pelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah dari aktivitas operasi perusahaan.

Dalam mendukung praktik pelatihan, PEP Tanjung Field menyediakan bahan berupa coverall bekas perusahaan yang sudah tidak terpakai. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap pengembangan soft skill serta peningkatan daya saing UMKM lokal.

Ketua Kelompok CETAR, Lina Wati, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. “Terima kasih kepada PEP Tanjung Field yang telah memfasilitasi pelatihan dan memberikan bantuan bahan untuk pelatihan menjahit ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan kami. Harapannya, program ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam memanfaatkan kain bekas dan mendorong gerakan pengelolaan kain perca di Kecamatan Murung Pudak,” ujarnya.


Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, menegaskan bahwa keberlanjutan operasi dan bisnis hulu migas perusahaan di masa depan hanya dapat terjamin melalui masyarakat yang berdaya dan mandiri serta lingkungan yang tetap lestari.

 ”Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat berdasarkan pemetaan sosial yang dilakukan. Harapannya, peningkatan keterampilan yang diperoleh oleh peserta akan mendukung peningkatan produktivitas, peluang usaha, dan pendapatan mereka,” ujarnya.