Anthony Leong Dorong Pengusaha Muda Dukung Indonesia Incorporated

Bloomberg Technoz, Jakarta - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia nomor urut 4, Anthony Leong, menilai konsep Indonesia Incorporated yang diusung Prabowo Subianto menjadi langkah penting untuk memperkuat transformasi ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik dan persaingan global yang semakin kompleks.
Dalam kuliah umum di Universitas Udayana pada 12 Mei 2026, Anthony mengatakan tantangan ekonomi Indonesia saat ini tidak lagi dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral yang berjalan sendiri. Menurutnya, persaingan global kini tidak hanya terjadi antarperusahaan, tetapi juga antar ekosistem ekonomi suatu negara.
“Di era globalisasi dan disrupsi teknologi, yang bersaing bukan hanya perusahaan, tetapi ekosistem ekonomi suatu negara. Karena itu Indonesia membutuhkan konsolidasi kekuatan nasional melalui konsep Indonesia Incorporated,” ujar Anthony dalam keterangannya pada Minggu (18/5).
Anthony menilai Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia. Potensi sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi, hingga pasar domestik yang besar dinilai menjadi fondasi penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, ia melihat potensi tersebut belum sepenuhnya terintegrasi menjadi kekuatan ekonomi yang solid. Menurutnya, berbagai sektor strategis di Indonesia masih berjalan sendiri-sendiri sehingga belum mampu menciptakan daya saing nasional yang optimal.
“Kita punya sumber daya besar, pasar besar, dan populasi besar. Tetapi kalau kebijakan, industri, pembiayaan, riset, dan rantai pasok berjalan sendiri-sendiri, maka kita sulit naik kelas,” katanya.
Pengusaha Muda Diminta Masuk Sektor Strategis
Anthony menjelaskan pembangunan ekonomi modern membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, sektor keuangan, hingga pelaku inovasi teknologi. Ia menyebut lemahnya sinkronisasi antaraktor ekonomi menjadi salah satu hambatan utama pertumbuhan nasional.
“Pertumbuhan ekonomi sering terhambat bukan karena kekurangan sumber daya, tetapi karena lemahnya sinkronisasi antaraktor ekonomi dan belum adanya orkestrasi nasional yang efektif,” ujarnya.
Ia juga menyoroti struktur ekonomi Indonesia yang masih bergantung pada konsumsi domestik. Menurut Anthony, ketergantungan terhadap ekonomi konsumsi membuat Indonesia sulit menciptakan nilai tambah yang lebih besar di sektor produksi dan industri.
“Kita tidak bisa terus hanya mengandalkan ekonomi konsumsi. Indonesia harus memperkuat industrialisasi, hilirisasi, dan produktivitas nasional agar tidak hanya menjadi pasar besar,” tegas Anthony.
Anthony menilai konsep Indonesia Incorporated bukan berarti menutup diri dari ekonomi global atau menerapkan proteksionisme. Ia mengatakan konsep tersebut justru bertujuan memperkuat kapasitas produksi domestik agar Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar internasional.
“Globalisasi justru menuntut setiap negara memiliki fondasi produksi nasional yang kuat. Kalau tidak, kita hanya akan menjadi pasar bagi produk dan modal asing,” katanya.
Karena itu, Anthony mendorong pengusaha muda Indonesia mulai masuk ke sektor strategis bernilai tambah tinggi. Ia menyebut sektor seperti hilirisasi mineral, industri pangan, manufaktur berbasis teknologi, energi terbarukan, ekonomi digital, logistik, hingga artificial intelligence menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan generasi muda.
“Kita harus mulai membangun lebih banyak pengusaha produktif di sektor strategis. Karena negara maju dibangun oleh industri dan pengusaha yang kuat,” ujarnya.
Sebagai calon Ketua Umum HIPMI, Anthony juga menekankan pentingnya peran organisasi pengusaha muda dalam mendukung agenda transformasi ekonomi nasional. Menurutnya, HIPMI tidak cukup hanya menjadi wadah relasi bisnis semata.
“HIPMI tidak boleh hanya menjadi organisasi networking. HIPMI harus menjadi bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Ia menilai HIPMI memiliki posisi strategis dalam menciptakan pengusaha muda yang adaptif terhadap perubahan global sekaligus mampu membangun industri nasional dan memperkuat ekonomi daerah di seluruh Indonesia.
Anthony menegaskan kemajuan pengusaha daerah akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas ekonomi nasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda menjadi kunci agar Indonesia mampu memperkuat daya saing di tengah tantangan ekonomi dunia.
“Kalau pengusaha daerah naik kelas, maka ekonomi Indonesia juga akan naik kelas. Karena itu pengusaha nasional harus ikut mendukung semangat Indonesia Incorporated agar pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih kuat, berkualitas, dan berkelanjutan,” tutup Anthony.






























