PLTN UEA Diserang Drone, Trump Beri Ultimatum Keras ke Iran
News
18 May 2026 17:20

Eltaf Najafizada - Bloomberg News
Bloomberg, Presiden AS Donald Trump meluapkan kekesalannya terhadap Iran dan memperingatkan bahwa "waktu terus berjalan". Pernyataan keras ini dilontarkan hanya berselang beberapa jam setelah kawanan pesawat nirawak (drone) menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Uni Emirat Arab (UEA).
Melalui platform Truth Social pada hari Minggu (17/5), Trump menegaskan bahwa Teheran "sebaiknya bergerak maju, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka." Ucapan tersebut menjadi komentar paling agresif yang pernah dikeluarkan Trump terkait perang Iran, yang saat ini dalam status gencatan senjata yang rapuh, sejak ia kembali ke AS dari kunjungannya di China pada hari Jumat lalu.
Ancaman baru ini langsung mengerek harga minyak dunia lebih tinggi pada perdagangan Senin. Minyak mentah jenis Brent melonjak sekitar 1,5% ke level US$110,70 per barel. Di saat yang sama, aksi jual obligasi global yang dimulai akhir pekan lalu kian memburuk karena investor mulai mengantisipasi lonjakan inflasi yang lebih cepat, serta bertaruh bahwa bank sentral akan terpaksa menaikkan suku bunga. Imbal hasil (yield) Surat Utang Pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun kini menembus angka 4,5%—posisi tertingginya dalam 15 bulan terakhir. Kondisi ini kian menyudutkan Trump untuk segera mengupayakan pembukaan kembali Selat Hormuz yang vital.
Sebelumnya pada Minggu, sebuah drone memicu kebakaran di stasiun listrik di fasilitas nuklir Barakah milik UEA, menyoroti rapuhnya gencatan senjata yang sedang berlangsung. Drone tersebut diluncurkan dari arah barat wilayah UEA, menurut kementerian pertahanan negara itu, yang juga menyebut dua drone lainnya berhasil dicegat. Kantor media Abu Dhabi memastikan tidak ada dampak radiologis akibat insiden tersebut.




























