Mantan politikus tersebut dipenjara tahun lalu setelah menerima hadiah yang meliputi tiket Grand Prix Singapura, menginap di hotel mewah, dan barang berharga lainnya saat masih menjabat. Dakwaan terhadap Ong terkait dengan perjalanan ke perempat final Piala Dunia FIFA 2022 di Doha, di mana dia mengundang Iswaran.
Berdasarkan Kitab Undang-Undang Pidana Singapura, Ong dapat dipenjara hingga tujuh tahun ditambah denda. Jaksa sebelumnya menuntut hukuman penjara delapan pekan, tetapi tim pembelanya meminta denda sebagai gantinya karena kondisi medisnya, termasuk multiple myeloma stadium lanjut, kanker yang tak dapat disembuhkan dan telah melemahkan sistem kekebalan tubuhnya.
Pekan lalu, kuasa hukumnya mengatakan Ong juga menderita diare yang "tak terkendali dan terus-menerus" akibat obat-obatan, kram mendadak yang melemahkan anggota tubuhnya secara drastis, dan luka kronis di kakinya.
Daftar panjang penyakitnya itu sebelumnya menarik perhatian hakim, yang pekan lalu menanyakan dua perjalanan Ong ke AS dan Eropa setelah didakwa pada akhir 2024. Menanggapi hal itu, pengacara Cavinder Bull mengatakan perjalanan tersebut tidak membahayakan Ong karena dia bepergian dengan jet pribadinya dan staf khusus.
"Terdakwa adalah pengusaha sukses dan terkenal," kata Hakim Distrik Lee Lit Cheng pada Jumat saat membacakan vonis. Setelah membacakan denda, ia berkata: "Bukti medis yang tak terbantahkan menunjukkan bahwa hukuman penjara akan membawa risiko tinggi mengancam nyawa terdakwa."
Hakim mengatakan risiko bagi Ong akan meningkat secara signifikan di penjara, bahkan jika ia ditempatkan di fasilitas medis. Ia menambahkan keadaan dalam kasus ini luar biasa dan memenuhi ambang batas untuk memberikan grasi hukum.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan baru tentang masa depan kerajaan bisnis raksasa sang taipan, yang fondasinya adalah Hotel Properties Ltd. Grup yang terdaftar di bursa saham Singapura ini memiliki aset lebih dari S$4,5 miliar (US$3,5 miliar), sebagian besar melalui kepemilikan saham di hotel-hotel mewah di seluruh dunia, termasuk Concorde New York dan Four Seasons di Singapura.
Ong, pendiri perusahaan tersebut, mundur dari jabatan direktur utama pada awal tahun ini dengan alasan kesehatan. Dia dan istrinya memegang sekitar 60% saham perusahaan.
Pasangan ini juga memiliki saham mayoritas di produsen tas mewah Inggris, Mulberry Group Plc. Ong juga masih mengendalikan penyelenggara balapan Grand Prix tahunan di Singapura—kontraknya berlaku hingga 2028.
(bbn)





























