Logo Bloomberg Technoz

Sambut Kenaikan PMI, Pengusaha Minta Pengetatan Regulasi Impor

Pramesti Regita Cindy
02 February 2026 20:00

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani dalam acara Bloomberg Technoz Ecofest di Jakarta, Rabu (27/9/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani dalam acara Bloomberg Technoz Ecofest di Jakarta, Rabu (27/9/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kenaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur perlu dijaga agar tetap berada di level ekspansi melalui penguatan sisi permintaan dan penawaran, baik dari pasar luar negeri maupun domestik.

Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani salah satu langkah krusial untuk menopang permintaan dalam negeri adalah pengetatan regulasi impor, khususnya terhadap impor ilegal yang membanjiri pasar dan menekan produk dalam negeri. 

"Makanya kita mesti jaga itu, illegal impor semua itu harus diselesaikan," tegas Shinta ketika ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Senin (2/2/2026). 


Dari sisi eksternal, ia menekankan upaya mendorong ekspor harus terus diperkuat dengan membuka diversifikasi pasar. Pemerintah, kata dia, perlu memanfaatkan momentum penyelesaian sejumlah kerja sama perdagangan internasional untuk memperluas akses pasar produk Indonesia.

Sementara dari sisi permintaan domestik, Shinta menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama kelas menengah yang saat ini mengalami tekanan. Sebab menurutnya, dengan menurunnya daya beli kelas menengah, hal ini berpotensi menghambat keberlanjutan kinerja sektor manufaktur.