Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi Q2-2025 Bukan Cuma tentang Belanja Online, Tapi Hal Ini

Pramesti Regita Cindy
08 August 2025 17:30

Konsumen membawa kantor belanja sepatu Bata di Jakarta./Bloomberg-Dimas Ardian
Konsumen membawa kantor belanja sepatu Bata di Jakarta./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - HSBC Global Research menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada kuartal II 2025 terutama didorong oleh konsumsi massal, bukan semata peralihan belanja dari luring atau offline ke daring atau online.

Konsumsi massal adalah pola belanja atau penggunaan barang dan jasa oleh masyarakat secara luas. Sederhananya, belanja untuk kebutuhan pokok dan rutin yang volumenya besar karena dilakukan oleh mayoritas penduduk, sehingga punya dampak besar terhadap perekonomian.

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari, mengatakan peralihan belanja ke platform online memang terjadi di Indonesia, seperti di banyak negara lain. Namun, menurut dia, faktor utama pendorong pertumbuhan adalah belanja masyarakat di sektor informal yang tetap tinggi, bahkan meningkat.


"Bagi saya, yang benar-benar menjelaskan kuatnya data PDB kuartal Juni adalah konsumsi massal yang tetap tangguh atau bahkan meningkat, khususnya di sektor informal," ujar Bhandari dalam media briefing secara daring, Jumat (8/8/2025).

Menurutnya, tren tersebut terlihat dari kinerja keranjang penjualan ritel, di mana barang-barang konsumsi massal seperti makanan, alas kaki, pakaian, dan bahan bakar menunjukkan performa lebih baik dibandingkan segmen konsumen kelas atas.