Logo Bloomberg Technoz

"Jadi, ketangguhan konsumsi massal inilah yang menjadi penjelasan utama menurut saya, meskipun saya tidak menyangkal adanya peralihan besar dari belanja offline ke online," pungkasnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim pola konsumsi masyarakat kini mulai mengalami pergeseran signifikan, dari semula belanja konvensional mengarah belanja daring.

Airlangga mengatakan, fenomena tersebut juga tercermin dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatatkan data transaksi retail online sepanjang kuartal II tahun ini tumbuh sebesar 7,55%.

"Kita lihat konsumsi daripada masyarakat ini terlihat shifting belanjanya lari ke belanja online. Retail dan marketplace tumbuhnya kuartal ke-2 adalah 7,55%," ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, dikutip Rabu (6/8/2025).

Airlangga mengatakan, dari total tersebut, salah satu produk yang paling banyak shifting pembelian (dari offline ke online) ialah produk kecantikan dan perawatan.

Produk tersebut pada periode April-Juni mengalami pertumbuhan shifting penjualan yang naik mendekati 17%. Sementara, produk rumah tangga dan alat perkantoran mencatatkan pertumbuhan hampir 30% dengan total penjualan Rp71,8 triliun.

Sebagaimana diketahui, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal 2 tahun ini mencapai 5,12%, jauh melebihi ekspektasi sejumlah kalangan ekonom yang memproyeksi tak sampai 5%.

Pertumbuhan tersebut masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan porsi 54,25%. Namun, Peningkatan konsumsi rumah tangga tersebut juga didorong oleh pertumbuhan transaksi online dari e-retail dan marketplace sebesar 7,55%.

(lav)

No more pages