“[Anggarannya] masih ada, tetapi kan kita bicaranya untuk jangka panjang, supaya kita ingin ada perencanaan yang komprehensif, terukur, dan tidak boleh diulang-ulang lagi. Jangan nanti Listrik Desa dijadikan sebagai isu terus-menerus. Kita ingin menyelesaikan dengan baik.”
Selain membahas anggaran Lisdes, Bahlil menjelaskan pertemuannya dengan Sri Mulyani hari ini membahas upaya peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor mineral dan batu bara (minerba) maupun minyak dan gas bumi (migas).
Kedua menteri juga membahas rencana pertukaran informasi data perjanjian kerja sama antara Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Ditjen Pajak Kemenkeu, dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Pemerintah sebelumnya menargetkan 780.000 rumah tangga di seluruh desa dapat mengakses aliran listrik selambatnya pada 2029, melalui program Lisdes yang investasinya ditaksir mencapai Rp50 triliun.
Adapun, program Lisdes ditargetkan untuk mencakup penambahan kapasitas pembangkit listrik sepanjang 294 megawatt (MW) selama kurun 2025—2029.
Dalam paparan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025—2034, Kementerian ESDM menjabarkan peta jalan pendanaan Lisdes untuk masing-masing tahun hingga 2029.
Khusus tahun ini, investasi untuk program Lisdes ditargetkan mencapai Rp4,52 triliun, dengan perincian Rp3,85 triliun untukk pembangunan jaringan listrik perdesaan, Rp0,22 triliun untukk peningkatan jam nyala 24 jam per hari, dan Rp0,45 triliun untuk bantuan pasang baru listrik (BPBL) atau instalasi gratis.
Berikut perincian investasi program Listrik Desa 2025—2029 dengan kumulatif senilai Rp50,01 triliun:
2025:
- Total : Rp4,52 triliun
- Pembangunan jaringan listrik perdesaan : Rp3,85 triliun
- Peningkatan jam nyala 24 jam per hari : Rp0,22 triliun
- Bantuan pasang baru listrik (BPBL)/instalasi gratis : Rp0,45 triliun
2026:
- Total : Rp7,33 triliun
- Pembangunan jaringan listrik perdesaan : Rp6,15 triliun
- Peningkatan jam nyala 24 jam per hari : Rp0,73 triliun
- Bantuan pasang baru listrik (BPBL)/instalasi gratis : Rp0,45 triliun
2027:
- Total : Rp14,21 triliun
- Pembangunan jaringan listrik perdesaan : Rp12,21 triliun
- Peningkatan jam nyala 24 jam per hari : Rp1,55 triliun
- Bantuan pasang baru listrik (BPBL)/instalasi gratis : Rp0,45 triliun
2028:
- Total : Rp12,18 triliun
- Pembangunan jaringan listrik perdesaan : Rp10,5 triliun
- Peningkatan jam nyala 24 jam per hari : Rp1,23 triliun
- Bantuan pasang baru listrik (BPBL)/instalasi gratis : Rp0,45 triliun
2029:
- Total : Rp11,77 triliun
- Pembangunan jaringan listrik perdesaan : Rp9,55 triliun
- Peningkatan jam nyala 24 jam per hari : Rp1,77 triliun
- Bantuan pasang baru listrik (BPBL)/instalasi gratis : Rp0,45 triliun
(wdh)
































