Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi Global 2025 Lesu, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya

Sultan Ibnu Affan
28 July 2025 17:46

Menkeu Sri Mulyani saat Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2024. (Bloomberg Technoz/ Azura)
Menkeu Sri Mulyani saat Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2024. (Bloomberg Technoz/ Azura)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan ketidakpastian perdagangan, ekonomi, dan sistem keuangan menjadi penyebab utama pertumbuhan ekonomi global pada 2025 berpotensi menurun. 

Hal itu disampaikan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Menurut dia, hal ini tercermin dari revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 yang dilakukan oleh dua lembaga internasional, yakni Bank Dunia atau World Bank dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).


"Dengan perkembangan ketidakpastian perdagangan dan capital market (pasar modal), Bank Dunia pada Juni 2025 memperkirakan ekonomi global 2,9%. Angka ini menurun dari proyeksi sebelumnya yakni 3,2%. OECD juga menyampaikan hal sama, merevisi dari 3,1% menjadi 2,9%. ini adalah lingkungan yang kami amati dan waspadai," papar Sri Mulyani, Senin (28/7/2025).

Bendahara Negara memaparkan bahwa ketidakpastian perekonomian global pada kuartal II tetap tinggi, akibat kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah. Kedua hal itu meningkatkan ketidakpastian yang mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi global, baik di AS, Eropa maupun Jepang.