"Pada kuartal II 2025, pertumbuhan ekonomi China tercatat 5,2%, lebih rendah dari kuartal I 2025 yang sebesar 5,4% (yoy) akibat menurunnya ekspor China ke AS," tutur dia.
Pada aliran modal, terjadi pergeseran dari pasar keuangan AS ke aset-aset yang dianggap aman, terutama aset di pasar keuangan Eropa dan Jepang, serta komoditas emas.
Di sisi lain, pergeseran aliran modal dari AS ke pasar negara berkembang telah mendorong pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang global.
(lav)
No more pages




























