Reli harga ini dipicu kekhawatiran akan potensi penyusutan pasokan di tengah ketidakpastian prospek produksi, serta upaya pemerintah menertibkan industri dengan kapasitas berlebih—bagian dari kampanye melawan apa yang disebut sebagai involution.
“Perdagangan spekulatif yang didorong oleh rumor pasar memicu lonjakan harga yang tajam,” kata Robin Tisserand, kepala divisi logam baterai di broker SCB Group.
Dia menyebut lonjakan ini turut mendongkrak harga fisik spodumene dan menyebabkan volatilitas ekstrem pada kontrak internasional yang dikelola CME Group.
Pasar litium memang dikenal rentan terhadap gejolak harga. Setelah sempat mencetak rekor nyaris 600.000 yuan per ton atau sekitar US$84.000 pada 2022, harga spot terjun bebas ke sekitar 60.000 yuan awal tahun ini karena kelebihan pasokan dan tanda-tanda melambatnya permintaan baterai kendaraan listrik.
Kondisi ini mendorong pelaku pasar bersiap menghadapi potensi intervensi untuk meredam kelebihan pasokan.
Provinsi Jiangxi—terutama kawasan Yichun yang menjadi pusat produksi litium—menjadi sorotan utama. Jiangxi diperkirakan menyumbang sekitar 10% dari total produksi litium global tahun ini, menurut Cameron Perks, Direktur Produk Litium di Benchmark Mineral Intelligence.
Otoritas Sumber Daya Alam Yichun bulan ini meminta 8 perusahaan tambang menyerahkan laporan cadangan paling lambat akhir September, menyusul audit yang menemukan pelanggaran dalam proses registrasi dan perizinan, menurut catatan para analis dan broker termasuk Jefferies Financial Group.
Pihak pemerintah daerah belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.
Pekan lalu, Jiangxi Special Electric Motor Co. mengumumkan unitnya di Yichun akan menghentikan sementara operasi fasilitas produksi garam litium selama sekitar 26 hari, dengan alasan efisiensi biaya dan pemeliharaan.
Sinomine Resource Group Co. lebih dulu menyatakan akan menangguhkan proyeknya di Jiangxi selama enam bulan sejak Juni untuk melakukan penyesuaian teknologi.
Pusat produksi lain pun mulai diawasi. Otoritas Provinsi Qinghai memerintahkan Zangge Mining Co. menghentikan aktivitas penambangan ilegal bulan lalu.
“Meski dampaknya terhadap volume pasokan saat ini masih kecil, kekhawatiran muncul apakah inspeksi hak tambang akan dijadikan alat pengendali pasokan, terutama dalam konteks kampanye anti-involution,” tulis Jefferies dalam riset akhir pekan lalu.
“Ekspektasi terhadap penguatan pengawasan bisa mengetatkan pasar jika penegakan dilakukan secara ketat.”
(bbn)






























